Surabaya (beritajatim.com) – Panitia Pelaksana Indonesia Basketball League atau IBL Seri Ketiga musim 2023 menggelar simulasi di DBL Arena Surabaya, Jumat (10/2/2023). Simulasi dilakukan untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan serta untuk memenuhi Standar Operasional Prosedur (SOP) sebelum kompetisi dimulai dan untuk menjamin keamanan dalam pertandingan.
Menurut Adrian Aries, Head of Marketing Business and Development IBL mengatakan, simulasi bukan hanya di lapangan pertandingan, namun juga digelar mulai masuknya penonton usai penukaran tiket, lalu masuk ke DBL Arena hingga di dalam gedung pertandingan sampai penonton keluar. “Jadi tujuannya adalah memang untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan dan memang harus dilakukan di setiap kegiatan yang dilakukan oleh IBL,” ucapnya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”IBL”]
Dalam simulasi ini, dihadiri oleh beberapa pihak terkait diantaranya dari Polsek Gayungan, BPBD Kota Surabaya dan Dinas Perhubungan Kota Surabaya untuk ikut memastikan kesiapan dalam menyelenggarakan pertandingan. “Proses sangat bagus, diapresiasi juga oleh Pak Kapolsek, memang ada sedikit masukan yang intinya dapat kami lakukan untuk perbaikan,” ucapnya.
Ia mengatakan, bahwa masukan tersebut yakni untuk memperbanyak tenaga kru yang dipusatkan di titik-titik pintu darurat dan juga agar disediakan peraga saat terjadi bencana. “Tidak ada yang memberatkan, masukan-masukan itu juga sudah kami terima dan akan kami catat sebagai bagian dari SOP nanti untuk sebagai pelengkapnya,” ucapnya.
Lebih lanjut Adrian juga mengatakan bahwa dengan hasil dari simulasi tersebut, kompetisi IBL di Surabaya dapat diselenggarakan sesuai jadwal yang telah ditentukan oleh pihak IBL.
Diketahui sebelumnya gelaran IBL seri ketiga ini digelar di Surabaya setelah tuntas menyelesaikan kompetisi seri pertama yang diselenggarakan di Bali pada 14-21 Januari dan seri kedua di Malang yang diadakan pada 28 Januari hingga 4 Februari 2023. (way/kun)






