Banyuwangi (beritajatim.com) – Aksi potong kelamin dilakukan oleh pria di Banyuwangi berinisial S warga Desa Gendoh, Kecamatan Sempu. S melakukan aksi itu karena berniat ingin mengakhiri hidupnya.
Bukan nyawanya yang melayang, tapi aksi potong kelamin tersebut justru membuatnya dalam kondisi pesakitan. Dia harus dirawat di rumah sakit karena harus menjalani perawatan oleh tim medis.
Menurut keterangan dari Polsek Sempu, pria berinisial S tersebut pulang dari sawah dalam kondisi kelamin sudah terpotong. Kondisi itu ditandai dengan celananya yang penuh dengan bercak darah.
“korban saudara S masuk ke dalam rumahnya dengan keadaan celananya berdarah dan ditanya oleh saksi bahwa S menjawab pengen mati, kemudian ditemui oleh para saksi dan tetangganya kemaluannya sudah dipotong,” jelas Kapolsek Sempu AKP Karyadi berdasarkan laporan tertulis, Rabu (8/2/2023).
Sebelum aksinya ini, ternyata S juga sempat melakukan hal lain untuk mengakhiri hidupnya. Dia pernah menusuk perutnya sedalam 0,5 cm.
“Pernah mencekik lehernya sendiri, namun berhasil ditolong sehingga tidak sampai meninggal dunia,” imbuhnya.
Aksi potong kelamin kali ini juga tampaknya bukan menjadi akhir dari hidupnya. Bahkan, usai memotong kelaminnya di persawahan, S sempat pulang dengan kondisi terluka.
“Ditemui saksi dan tetangganya kemaluannya sudah terpotong,” katanya.
Meski demikian, kondisi S kini telah membaik. Diketahui S tinggal di rumahnya di Desa Gendoh, Kecamatan Sempu bersama istri, satu anak dan dua cucu. (rin)






