Jember (beritajatim.com) – Bupati Hendy Siswanto berterima kasih karena Badan Usaha Milik Nahdlatul Ulama (BUMNU) berdiri di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Dia menyebut pendirian itu sebuah keberkahan.
“Jember ini memiliki 2,6 juta penduduk. Kira-kira 75 persen adalah warga nahdliyyin. Artinya sekitar 1,8 juta. Kalau 1,8 juta orang, ada 600 ribu kepala keluarga. Di Jember ada 1,1 juta rumah, ada kepala rumah tangga,” kata Bupati Hendy Siswanto, dalam acara pencanangan kemandirian ekonomi NU di halaman toko BUMNU grosir, Kabupaten Jember, Senin (6/2/2023).
Hendy menyebut pilihan Pengurus Besar NU menempatkan BUMNU di Jember sudah tepat. “Jember hari ini terbaik nomor dua seluruh Indonesia dalam hal penekanan inflasi. Inflasi (Januari 2023) di Jember 0,16 persen. Kami berusaha untuk mengendalikan inflasi,” katanya.
“Kalau kami bisa menekan inflasi, daya beli masyarakat akan bagus. Kalau daya beli bagus, BUMNU akan laku. Ada BUMNU, harus ada yang beli. Pencanangan harus dilaksanakan. Launching harus segera dilaksanakan. Tapi yang beli wajib hadir,” kata Hendy.
Pemerintah Kabupaten Jember siap berkolaborasi dengan BUMNU. “Yang punya uang Pemkab Jember. APBD uang rakyat. Kami punya kewajiban harus membelanjakan uang APBD itu untuk masyarakat. Yang langsung dirasakan. Artinya kekuatan BUMNU harus bisa meng-cover kebutuhan warga nahdliyin pertama kali dan untuk masyarakat umum Jember,” kata Hendy.
Hendy meminta manajer BUMNU intensif bekerja sama dengan Pemkab Jember agar perputaran barang yang dijual berlangsung cepat. “Tapi saya minta tolong untungnya jangan banyak-banyak. Sedikit saja. BUMNU adalah binaan Menteri Negara BUMN Pak Erick Thohir dan di-back up BUMN-BUMN di negeri ini. Tentunya BUMNU bisa mendapat harga yang cukup. Profit sedikit saja, tapi kalau perputarannya cepat bisa jadi benefit cukup besar. Minimal bisa menggaji karyawan yang ada,” katanya.
“Pemkab Jember tidak mungkin tidak mendukung. Kami akan menempel BUMNU. Kami siap mem-back up kebutuhan BUMNU untuk bisa sukses, untuk memperbaiki stunting dan kemiskinan ekstrem. Stunting perlu gizi, perlu edukasi. Gizi perlu barang pokok penting: beras, gula, minyak,” kata Hendy.
[berita-terkait number=”4″ tag=”bupati-jember”]
Saat ini ada 16 organisasi perangkat daerah (OPD) yang digerakkan bersama-sama untuk mengatasi tengkes dan angka kematian ibu dan bayi serta kemiskinan ekstrem. Hendy ingin bahan pokok penting untuk mengatasi persoalan tersebut dibeli dari BUMNU.
Hendy merasa perlu mengingatkan masalah tengkes dan kemiskinan ekstrem. Pemberantasan kasus tengkes alias stunting menjadi program prioritas Presiden Joko Widodo pada awal 2023. Tidak semua warga nahdliyyin di Jember memiliki tingkat ekonomi yang baik. “Insya Allah di dalamnya ada stunting dan kemiskinan ekstrem. Itu tanggung jawab bupati. Wajib,” kata Hendy. [wir/but]






