Ngawi (beritajatim.com) – Seorang siswa kelas XI Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Ngawi ditemukan meninggal tergantung di rumah pamannya di salah satu desa masuk Kecamatan Widodaren, Ngawi, Jawa Timur, Senin (6/2/2023) pukul 18.30 WIB. Adalah siswa berinisial IR (17) warga setempat.
Dia pertama kali ditemukan oleh rekannya FS (17) yang hendak menggunakan wifi di rumah paman IR. Dia datang setelah waktu Maghrib, saat itu pintu depan dikunci. Dia pun menggedor pintu namun tak ada jawaban.
Hingga akhirnya, dia terpaksa lewat jendela kamar bagian samping rumah. Dia pun mendapati kalau rekan bermainnya sehari-hari itu sudah dalam posisi tergantung menggunakan tali tambang dan sudah tak bergerak.
Setelah itu, dia langsung mendobrak pintu, kedua orangtua IR yakni S (46) dan N (37) pun akhirnya mengetahui jika putra sulungnya itu sudah meninggal. Sang ayah langsung mengambil pisau untuk memotong tali tambang plastik itu.
Kejadian itu langsung disampaikan ke kades setempat, Sukamto dan berlanjut ke pihak kepolisian. Polisi langsung mengamankan tempat kejadian perkara dan melakukan pemeriksaan luar pada jenazah IR.
Sukamto, kepala desa setempat mengatakan jika orang tua korban mendapatkan undangan ke sekolah pada Selasa (7/2/2023). Namun, masih belum diketahui apa permasalahan di sekolah yang menyebabkan orang tau korban dipanggil ke sekolah.
“Diduga korban ini takut atau bagaimana kami belum bisa memastikan ya. Yang jelas menurut keterangan orang tuanya begitu. Sejauh ini, belum dikeyahui hal yang menjadi pemicu bagi anak yang baru kelas XI SMK ini bunuh diri,” kata Sukamto di lokasi kejadian, Senin (6/2/2023).
[berita-terkait number=”5″ tag=”Ngawi”]
Dia menenrangkan korban kerap berkumpul dengan teman-teman sekolahnya. Mereka kerap nongkrong di rumah paman korban yang kebetulan dipasangi Wi-Fi. Mereka menggunakannya untuk belajar dan bermain game bersama.
“Jadi, korban ini bukan anak yang suka menyendiri. Temannya banyak, kerap berkumpul dengan temannya. Namun, rekannya tidak ada yang tahu apa masalah yang dihadapi korban di sekolahnya,” katanya.
Pun, saat ini polisi masih melakukan penyelidikan terkait hal yang menjadi motif korban untuk mengakhiri hidup. Pihak kelusrgs menerima kematian korban sebagai musibah. Jenazah pun diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan di TPU desa setempat. [fiq/beq]
Jika Kamu butuh bantuan konsultasi untuk mengatasi masalah depresi atau Kamu melihat orang yang ingin melakukan aksi bunuh diri bisa menghubungi nomor darurat Kementerian Kesehatan di 119






