Magetan (beritajatim.com) – Magetan yang terletak di Provinsi Jawa Timur tepatnya di lereng Gunung Lawu di bagian timur dan berbatasan langsung dengan Provinsi Jawa Tengah, serta letaknya yang berada di kawasan pegunungan, membuatnya dikenal dengan wisata alam.
Tak hanya dikenal soal wisata, Magetan juga dikenal karena ada anak mudanya yang kini berkompetisi sebagai pembalap kancah internasional.
Ada pula kuliner khas yang mengimbangi wisata alam di Magetan hingga semakin dikenal. Utamanya kuliner tradisional yang sudah ada sejak puluhan tahun lalu. Serta, kerajinan kulit sapi yang sudah menembus pasar ekspor.
Berikut hal-hal yang membuat Magetan jadi terkenal yang sudah dirangkum oleh beritajatim.com
1. Telaga Sarangan
Sudah jelas, bicara soal Magetan tak akan bisa lepas dari Telaga Sarangan. Telaga yang dibangun era kolonial Belanda itu jadi lokasi wisata yang menenangkan. Letaknya di Kelurahan Sarangan Kecamatan Plaosan. Suasana sejuk membuat siapa saja yang datang ke Sarangan jadi betah. Ditambah, pemandangan alam yang menakjubkan. Jika tidak berkabut, bisa terlihat Puncak Gunung Lawu.
Tak hanya itu, ada kuliner khas yang cocok disantap sembari melihat pemandangan alam di telaga berjuluk Telaga Pasir itu. Yakni sate ayam dan sate kelinci. Banyak pula pilihan kuliner lain serta ada pula beberapa toko yang menuual oleh-oleh khas Magetan.
Telaga Sarangan sudah dikenal sejak era Orde Baru. Banyak sekali kegiatan pemerintah pusat dan provinsi yang digelar di kawasan Sarangan.
2. Mario Suryo Aji

Mario Suryo Aji memang baru berusia 19 tahun. Tapi, siapa sangka remaja asal Kelurahan Selosari Kecamatan Magetan itu sudah dikenal dunia sejak beberapa tahun terakhir. Yang paling menakjubkan, dia berhasil ikut kompetisi Moto3 di tahun 2022.
Siswa SMA Negeri 1 Magetan itu bahkan sempat launching helm Batik Telaga Sarangan. Helm itulah yang bakal dia gunakan dalam kompetisi Moto3 GP 2023. Mario yang berkesempatan keliling beberapa negara untuk berkompetisi itu diharapkan bisa terus mengenalkan Magetan ke dunia.
3. Kerajinan

Kerajinan kulit Magetan sudah dikenal sejak puluhan tahun. Soal kualitas tak perlu diragukan lagi. Dulu, ada puluhan pengrajin yang aktif dalam membuat kerajinan kulit. Mulai sepatu, tas, dompet, jaket, dan pernak-pernik lainnya. Penjualan offline yang paling banyak ada di Jalan Salo Kelurahan Selosari Kecamatan Magetan.
Seiring berkembangnya jaman, mereka tak lagi memasarkannya secara offline, banyak pengrajin yang kini merambah pemasaran online meski belum semuanya. Pemasaran online memungkinkan konsumen dari luar negeri untuk melihat katalog dan bahkan memesan produk tersebut.
Tentu, semua hal tersebut tak luput dari peran pemerintah baik kabupaten, provinsi, dan pusat. Sampai kini, banyak hal lain yang perlu jadi atensi pemerintah untuk bisa semakin berkembang dan memuat Magetan makin dikenal lewat sektor manapun. (fiq/kun)






