Pamekasan (beritajatim.com) – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (EBIS) Institut Agama Islam (IAI) Al-Khairat Pamekasan, terjunkan sebanyak 218 mahasiswa ke 86 titik lembaga keuangan dan bisnis di empat kabupaten/kota di Jawa Timur.
Jumlah tersebut merupakan mahasiswa peserta program Praktikum Lembaga Keuangan Syariah dan Bisnis Islam (PLKBI) Fakultas EBIS 2023 di Perguruan Tinggi yang beralamat di Jl Raya Palengaan (Palduding) Nomor 2 Pamekasan.
Program yang mengusung tema ‘Implementasi Manajemen Operasional, SDM dan Pemasaran Pada Lembaga Keuangan dan Bisnis Islam’, dijadwalkan digelar selama sebulan kedepan, terhitung sejak Rabu hingga Selasa (1-28/2/2023) mendatang.
“Program PLKBI tahun ini diikuti sebanyak 218 mahasiswa Fakultas EBIS, terdiri dari sebanyak 187 mahasiswa Prodi (Program Studi) Ekonomi dan Bisnis Islam (ESy), serta sebanyak 31 mahasiswa lainnya Prodi Perbankan Syariah (PSy),” kata Dekan Fakultas EBIS, melalui Panitia Pelaksana, Fadali Rahman, Kamis (2/2/2023).
[berita-terkait number=”3″ tag=”iai-al-khairat”]
Dari jumlah tersebut, mahasiswa peserta PLKBI Fakultas EBIS 2023, disebar di 86 titik lembaga keuangan dan bisnis di Jawa Timur, khususnya di wilayah Madura.
“Untuk tahun ini, program PLKBI disebar di 86 titik lembaga keuangan dan bisnis. Terdiri dari 20 kantor pusat dan 66 kantor cabang, yakni 30 titik di Pamekasan, 10 titik di Sampang, 23 titik di Sumenep, serta 2 titik di Surabaya,” ungkapnya.
Melalui kegiatan tersebut, pihaknya sangat berharap mahasiswa dapat memahami fakta operasional lembaga keuangan dan bisnis. Sehingga mereka diharuskan menjalankan program dengan seksama.
“Jadi selama menjalani program praktikum, mahasiswa harus melakukan observasi, pencatatan, pendataan, diskusi dan konsultasi, serta memberikan advice serta membuat laporan komprehensif kepada penanggung jawab lembaga keuangan dan bisnis,” jelasnya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”pamekasan”]
Sementara tujuan dari program tersebut, di antaranya mengetahui pola rekrutmen, pelatihan dan peningkatan SDM. “Mahasiswa dituntut mendapatkan beragam informasi kesenjangan teori dengan sistem operasional lembaga keuangan dan bisnis di tiap lokasi sasaran,” imbuhnya.
“Tujuan lain yang tidak kalah penting, program tersebut diharapkan dapat terjalin komunikasi dan sinergitas antara Perguruan Tinggi dengan lembaga keuangan dan bisnis dalam penyediaan calon tenaga kerja profesional dan siap pakai,” sambung Fadal.
Bahkan program tersebut juga akan ditindaklanjuti melalui laporan yang dijadikan sebagai outcome dari program wajib bagi mahasiswa Fakultas EBIS. “Mahasiswa diwajibkan membuat laporan sebagai bentuk tanggungjawab, meliputi laporan sesuai dengan permintaan lembaga, artikel yang disetujui dosen pembimbing, serta publikasi jurnal ilmiah,” pungkasnya. [pin/kun]






