Pamekasan (beritajatim.com) – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (EBIS) Institut Agama Islam (IAI) Al-Khairat Pamekasan, terjunkan sebanyak 218 mahasiswa ke sebanyak 86 titik lembaga keuangan dan bisnis di Jawa Timur.
Jumlah tersebut meliputi sebanyak 187 mahasiswa Program Studi (Prodi) Ekonomi dan Bisnis Islam (ESy), serta sebanyak 31 mahasiswa Prodi Perbankan Syariah (PSy). Mereka diterjunkan dalam rangka melaksanakan program Praktikum Lembaga Keuangan Syariah dan Bisnis Islam (PLKBI) Fakultas EBIS 2023.
“Praktikum intensif ini merupakan pembelajaran praktik, sehingga mahasiswa dapat memahami fakta operasional lembaga keuangan dan bisnis yang dijadikan sebagai lokasi eksperimental learning,” kata Panitia Pelaksana PLKBI Fakultas EBIS IAI Al-Khairat Pamekasan, Fadali Rahman, Rabu (1/2/2023).
[berita-terkait number=”3″ tag=”iai-al-khairat”]
Melalui kegiatan tersebut, pihaknya sudah menginstruksikan mahasiswa peserta PLKBI agar menjalani program tersebut dengan seksama. Tentunya sesuai dengan tema yang diangkat, yakni ‘Implementasi Manajemen Operasional, SDM dan Pemasaran Pada Lembaga Keuangan dan Bisnis Islam’.
“Selama praktikum, mahasiswa dituntut dan harus melakukan observasi, pencatatan, pendataan, diskusi dan diskusi, serta memberikan advice serta membuat laporan komprehensif kepada penanggung jawab lembaga keuangan dan bisnis,” ungkapnya.
Terdapat beberapa tujuan yang dijadikan sebagai sasaran merealisasikan target pada program tersebut. Di antaranya mengetahui pola rekrutmen, pelatihan dan peningkatan SDM, serta mendapatkan informasi seputar kesenjangan teori dengan sistem operasional lembaga keuangan dan bisnis.
[berita-terkait number=”3″ tag=”pamekasan”]
“Tidak kalah penting, tujuan lainnya juga diharapkan dapat terjalin komunikasi dan sinergitas antara Perguruan Tinggi dengan lembaga keuangan dan bisnis dalam penyediaan calon tenaga kerja profesional dan siap pakai,” jelasnya.
Pria yang juga tercatat sebagai dosen di Fakultas EBIS IAI Al-Khairat Pamekasan, juga menyampaikan jika program tersebut nantinya akan ditindaklanjuti melalui laporan yang dijadikan sebagai outcome dari program yang dijadwalkan digelar selama sebulan kedepan, yakni hingga Selasa (28/2/2023) mendatang.
“Dari kegiatan ini, mahasiswa juga diwajibkan membuat laporan sebagai bentuk tanggungjawab. Meliputi laporan ke lembaga terkait sesuai dengan permintaan lembaga, artikel yang disetujui dosen pembimbing, serta publikasi jurnal ilmiah,” pungkasnya. [pin/kun]






