Gresik (beritajatim.com) – Wajah Meriana Dwi Jayanti (22), mahasiswi S1 jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) sumringah. Alumni SMA Negeri 1 Kebomas Gresik itu, merupakan salah satu dari 44 mahasiswa penerima beasiswa Petrokimia Gresik atau Bestro.
Dwi, nama panggilannya, menceritakan tidak mudah untuk mendapatkan beasiswa bestro. Butuh perjuangan serta pikiran supaya bisa lolos seleksi. Tidak hanya itu, nilai rapor sejak di bangku SMA juga tidak luput disurvei. Selanjutnya, semua proses persyaratan administrasi tersebut disurvei lagi sebelum diumumkan lolos atau tidak.
“Alasan saya mengambil beasiswa bestro ini karena benefitnya banyak. Tidak hanya cuma mendapatkan dana saja. Tapi juga kami dibekali keterampilan knowledge serta magang di perusahaan,” ujarnya, Rabu (1/02/2023).
[berita-terkait number=”5″ tag=”beasiswa”]
Dwi mengatakan, beasiswa bestro berbeda dengan beasiswa lainnya. Di beasiswa ini setiap mahasiswa yang lolos seleksi ditentukan indeks prestasinya (IP). Selain itu, kelulusan juga ditarget empat wajib selesai. Bila lebih dari waktu yang ditentukan beasiswanya bisa di-stop. “Dikontrak itu ada tanda tangannya diatas materai. Ini yang harus dipatuhi bagi mahasiswa yang menerima beasiswa bestro,” katanya.
Anak kedua bersaudara ini, mengajak mahasiswa yang lain untuk berpartisipasi mendaftar ikut beasiswa bestro. Selain, jumlahnya lumayan setiap bulan. Setiap mahasiswa juga dibekali ilmu lain diluar kampus, dan siap kerja.
Sementara itu, Direktur Umum dan Keuangan Petrokimia Gresik Wahjoe Budi Soesilo menyatakan mahasiswa yang terpilih ini merupakan mahasiswa berprestasi serta terseleksi secara ketat dari puluhan perguruan tinggi negeri.
“Program bestro bukan bantuan semata tapi lebih berkontribusi nyata menciptakan generasi hebat khususnya Kabupaten Gresik. Ditambah, ada kesempatan magang di Petrokimia Gresik,” ungkapnya.
Budi menambahkan, alumni penerima beasiswa bestro setelah menyelesaikan studi ada yang masuk menjadi karyawan. Seleksinya pun dilakukan transparan dan terbuka. “Beasiswa bestro yang sudah dilakukan sejak 2012 merupakan punya tanggung jawab perusahan terhadap calon mahasiswa yang berprestasi,” pungkasnya. [dny/kun]






