Kediri (beritajatim.com) – Pemerintah Kota Kediri memberikan pembinaan kepada tutor program Quran Massive alias Qurma. Pembinaan ini dalam rangka mengasah skil para tutor.
Program Qurma sendiri diinisiasi oleh Bagian Kesejahteraan Rakyat Kesra Kota Kediri. Ada 140 tutor Qurma dari 46 koordinasi di kelurahan yang mengikuti pembinaan ini.
“Ada tiga materi pembinaan, yakni Khat, Tilawah dan Tarjim sebagaimana fokus utama dari program Qur’an Massive ini”, kata Ahmad Jainudin, Kepala Bagian Kesra Kota Kediri.
Sejak dilaunching oleh Walikota Kediri, Abdullah Abu Bakar tahun 2019 lalu, program Qurma sudah banyak diterima oleh masyarakat.
Terbukti di tahun 2022 sebanyak 1198 partisipan tercatat dalam program ini. Pembinan dilakukan untuk memastikan kualitas program terjaga
Masih kata Ahmad Jainudin, pihaknya sengaja mendaulat pemateri yang ahli dibidangnya guna memberikan pembinaan maksimal kepada para tutor Qurma.
“Untuk pematerinya sengaja kita hadirkan ahlinya langsung yakni untuk Khat diisi oleh Agus Suharmadji dan Danur; bidang Tilawah oleh Ibnu Hajar Anshori dan bidang Tarjim oleh Abdul Wajid Rokhim,”imbuhnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”Kediri”]
Jainudin menambahkan, bahwa selain untuk memastikan kualitas program dan kompetensi tutor, kegiatan ini juga bertujuan untuk menyamakan persepsi serta kurikulum ajar, sehingga ketika program ini dimulai kembali, dapat sesuai dengan target.
“Tahun 2023 ini rencananya Qurma akan dimulai kembali pada bulan Februari mendatang. Jadi sebelum itu, kami persiapkan dulu para tutor dan korkelnya, sehingga ketika nanti program dimulai kembali sudah siap dan matang”,ujarnya.
Ia juga menambahkan, diharapkan dengan kompetensi tutor yang semakin baik dan kurikulum program yang matang, target dari program yang mulia ini dapat tercapai dengan maksimal.
“Melalui program ini kita mau menggali bibit-bibit unggul Kota Kediri, utamanya dalam bidang ilmu Al-Qur’an, sehingga kedepannya jika ada lomba-lomba seperti MTQ nasional, Kota Kediri sudah siap dengan perwakilannya”,imbuh dia.
Lebih lanjut, guna menjaring lebih dalam bibit-bibit unggul Qur’ani, ia mensosialisasikan program Qurma ini lebih luas lagi. Jainuddin mengaku pihaknya bekerja sama dengan Dinas Pendidikan untuk menginformasikan program ini kepada peserta didik SD dan SMP di Kota Kediri.
“Untuk menjadi partisipan Qurma syaratnya berusia 6-13 tahun, warga Kota Kediri dan sebelumnya sudah terdaftar sebagai santri TPA/TPQ di wilayah kelurahannya. Bagi yang mau mendaftar bisa langsung menuju ke spot Qurma di masing-masing kelurahan”,terang Jainudin.
“Untuk saat ini satu kelurahan berisi satu spot, namun kedepan tidak menutup kemungkinan jika semakin banyak peminatnya, maka akan kami tambah spotnya”,pungkasnya. [nm/but]






