Blitar (beritajatim.com) – Wali Kota Blitar Santoso berencana akan merelokasi PKL atau Pedagang Kaki Lima yang berada di utara makam Bung Karno Kota Blitar. Para PKL tersebut akan direlokasi menuju Taman Keragaman Hayati (Kehati) yang berada di Kelurahan Tanjungsari, Kecamatan Sukorejo Kota Blitar.
Menurut Santoso relokasi ini dilakukan untuk memper rapi tampilan kawasan wisata makam Bung Karno. Menurut Wali Kota Blitar tersebut, Utara makam Bung Karno terkesan kumuh akibat adanya pedagang kaki lima yang mendirikan tenda-tenda di sepanjang jalan.
Atas dasar itulah Santoso berencana akan merelokasi para pedagang kaki lima di utara makam Bung Karno menuju Taman Kehati yang berada di Kelurahan Tanjungsari Kota Blitar. “Terutama pedagang-pedagang yang berada di utaranya makam itu rencana saya akan saya tata untuk berada di taman Kehati,” kata Santoso Wali Kota Blitar, Selasa (31/01/23).
[berita-terkait number=”5″ tag=”PKL”]
Menurut Santoso proses relokasi ini akan dilakukan secepatnya. Hal itu akan segera dilakukan agar suasana kawasan Utara makam Bung Karno terlihat rapi.
Sehingga ketika ada wisatawan yang berkunjung ke makam Bung Karno tidak terganggu oleh pemandangan lapak-lapak pedagang yang terkesan kumuh. “Sehingga akses jalan menuju makam Bung Karno itu kelihatan bersih tidak disuguhi dengan tenda-tenda yang rusak merusak pemandangan nanti kita tata ke dalam,” jelasnya.
Nantinya, para pedagang yang sebelumnya berjualan di utara makam Bung Karno Kota Blitar ini akan ditempatkan di dalam lokasi taman Kehati. Para PKL tersebut akan ditempatkan di bagian sisi Selatan dan Timur Taman Kehati di Kelurahan Tanjungsari Kota Blitar. “Ya nanti akan dimasukkan ke sebelah selatan timur Taman kehati yang sudah kita siapkan,” imbuhnya.
Wali Kota Blitar Santoso menargetkan proses pemindahan relokasi pedagang kaki lima yang berada di utara makam Bung Karno bisa dilakukan selama satu bulan. Saat ini Pemerintah Kota Blitar Tengah melakukan sosialisasi mengenai rencana relokasi yang akan dilakukan.
Sementara itu, Teman Keragaman Hayati (Kehati) sendiri telah selesai dibangun oleh pemerintah kota Blitar. Taman Keragaman Hayati yang berada di Kelurahan Tanjungsari Kota Blitar ini dibangun dengan menggunakan dana APBD Kota Blitar. Taman tersebut menghabiskan dana 5,9 miliar rupiah.
Pemerintah Kota Blitar berencana menjadikan Taman Keragaman Hayati ini sebagai tempat koleksi tanaman langka. Rencananya akan ada 30 tanaman langka yang ditanam di sebelah barat Taman Kehati.
Nantinya masyarakat bisa melihat koleksi tanaman langka di taman Kehati Kota Blitar tersebut. Selain sebagai tempat untuk pelestarian tanaman langka Taman Kehati juga dibangun dengan tujuan sebagai wahana edukasi untuk masyarakat mengenal hayati atau tumbuhan.
Meski menawarkan wisata yang menarik dikunjungi, namun apakah rencana relokasi yang akan dilakukan pemerintah kota Blitar tersebut diterima oleh para pedagang kaki lima di utara makam Bung Karno. Mengingat lokasi taman kehati terbilang jauh dari lokasi awal para pedagang yang berjualan di utara makam Bung Karno. (owi/kun)






