Bojonegoro (beritajatim.com) – Tanah longsor terjadi di sisi kanan dan kiri jembatan penghubung Desa Selogabus Kecamatan Parengan Kabupaten Tuban dengan Desa Sumberejo Kentong Kecamatan Trucuk Kabupaten Bojonegoro.
Longsor di bawah jembatan yang melintang di atas Sungai Kali Kening itu menyebabkan bangunan papan duga meter roboh. Selain itu, banguan TPT juga putus akibat longsoran tanah di sisi Kecamatan Trucuk.
Menurut salah seorang warga setempat, Muslih, longsornya tepi sungai Kali Kening yang bermuara di Sungai Bengawan Solo itu sudah terjadi sekitar satu bulan yang lalu. Dari longsoran itu di sisi Desa Selogabus, mengakibatkan bangunan turut terbawa longsoran dan rusak.
“Longsor terjadi sekitar satu bulan lalu, sampai bangunan ikut roboh,” ujarnya, Rabu (25/01/2023).
Sementara Wakil Bupati Bojonegoro Budi Irawanto melakukan peninjauan lapangan adanya longsoran tebing sungai dan tanggul penahan tanah (TPT) Sungai Kali Kening Tersebut. Dari hasil peninjauan itu, ia menilailongsoran terjadi bukan hanya karena faktor alam, tetapi segi perencanaan dan kualitas bangunan yang kurang bagus.
“Tahun 2021 pernah melakukan sidak terhadap pembangunan tersebut. Longsoran itu bukan hanya akibat faktor alam, tetapi juga dari perencanaan dan pengerjaan yang kurang maksimal,
dinas terkait harus turut bertanggung jawab,” ujarnya.
[berita-terkait number=”3″ tag=”longsor-bojonegoro”]
Dari longsoran tanah akibat pembangunan yang serampangan itu, menurut Wabup, juga membahayakan bagi warga setempat yang rumahnya berdekatan dengan sungai. Sehingga perlu adanya tindaklanjut untuk penanganannya. “Dampak pembangunan ini juga menyebabkan tanah warga tergerus,” pungkasnya.
Untuk diketahui, jembatan Selogabus – Malo yang ada diantara Desa Selogabus Kecamatan Parengan Kabupaten Tuban dengan Desa Sumberejo Kentong, Kecamatan Trucuk Kabupaten Bojonegoro itu merupakan akses utama warga sekitar yang akan ke Bojonegoro maupun Tuban. [lus/ted]






