Pasuruan (beritajatim.com) – Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kabupaten Pasuruan datangi gedung DPR di Jakarta. Ada sekitar kurang lebih 870 perangkat desa seluruh Kabupaten Pasuruan yang berangkat ke Jakarta.
Para perangkat desa tersebut diangkut oleh 16 armada bus dan dua armada minibus. Sebelum berangkat para perangkat desa berkumpul di komplek perkantoran Raci.
“Kami menghadiri silaturahmi nasional yang ke-3 dan ingin menuntut legalitas perangkat desa. Sehingga kami seluruh perangkat desa se-Indonesia menuntut kejelasan status perangkat desa,” kata Sonhaji, Ketua PPDI Kabupaten Pasuruan, Selasa (24/1/2023).
Dalam tuntutannya Sonhaji menjelaskan bahwa dirinya yang termasuk dalam eselon dua masih belum mendapat kenaikan gaji dan juga tunjangan gaji ke-13. Bahkan tunjangan saat purna tugas pemerintah tidak memberikan kepada para perangkat desa.
Selanjutnya para perangkat desa meminta Menteri Dalam Negeri untuk menerbitkan nomor induk aparatur desa. Hal ini dikarenakan untuk mencegah adanya oknum-oknum kepala desa yang memberhentikan perangkat tanpa menerapkan aturan yang ada.
[berita-terkait number=”3″ tag=”perangkat-desa-pasuruan”]
Tak hanya itu PPDI juga menolak penyamaan jabatan yang sama dengan kepala desa dan juga mempertahankan rekomendasi dari Camat.
“Maka dari itu kami akan berangkat ke Jakarta dan semoga harapan kami bisa terkabulkan,” lanjut Sonhaji.

Menanggapi hal tersebut Bupati Pasuruan, Irsyad Yusuf akan mendukung para perangkat desa khususnya di Kabupaten Pasuruan. Gus Irsyad sapaan akrabnya juga mendoakan agar seluruh perangkat desa selalu menjaga kekompakan.
“Ya semua itu kan menyangkut hak-haknya PPDI dan semoga dikabulkan semua urusannya. Tapi saya berharap pelayanan tetap berjalan dan tidak terhambat,” jelas Gus Irsyad. (ada/ted)






