Pasuruan (beritajatim.com) – Mahasiswa Pasuruan meluncurkan posko pengaduan kekerasan seksual di lingkungan pendidikan. Posko ini berlokasi di Yayasan Darut Taqwa dan Universitas Yudharta Pasuruan.
Pendirian posko ini melibatkan Satreskrim Polres Pasuruan PPT PPA Kabupaten Pasuruan. Posko ini dibentuk guna meminimalisir potensi kekerasan seksual di dunia pendidikan sehingga bisa memberikan rasa aman terutama pada korban.
“Untuk teknisnya, tim yang ada di posko akan bergiliran melakukan edukasi pencegahan di setiap sekolah,” kata Wakabid Sarinah DPC GMNI Pasuruan, Nicky, Selasa (24/1/2023).
Nicky menjelaskan, sasaran tim bukan hanya di sekolah-sekolah melainkan juga perguruan tinggi di Kabupaten Pasuruan. Edukasi akan digelar secara bergilir setiap bulannya.

Menurut Nicky, lembaga pendidikan saat ini dinilai sebagai tempat yang suci dan konservatif. Sehingga perlu tindakan preventif yang terprogram untuk memerangi predator seksual di lingkungan pendidikan.
Nantinya petugas posko yang mendapat aduan dari korban segera melakukan tindak lanjut. Mereka akan melakukan pendampingan untuk melakukan pelaporan ke kepolisian dan PPT PPA Kabupaten Pasuruan.
[berita-terkait number=”3″ tag=”pasuruan”]
“Kita sudah menyiapkan tim psikolog untuk rehabilitasi pemulihan psikis korban kekerasan seksual,” tambah Nicky.
Sementara, Kanit Pidum Satreskrim Polres Pasuruan, Ipda Anton Hari Wibowo sangat mengapresiasi pendirian posko ini. Diharap program yang diinisiasi oleh DPC GMNI Pasuruan bisa meminimalisir kasus kekerasan seksual.
“Saya mengapresiasi upaya DPC GMNI Pasuruan dalam inisiatif program yang dapat meminimalisir kasus kekerasan seksual. Saya harap para mahasiswa dan anggota organisasi yang aktif di luar juga dapat mencetuskan konsep dan gagasan yang berguna,” ucap Anton. [ada/beq]






