Surabaya (beritajatim.com) – Mengawali 2023, BRIDA (Badan Riset dan Inovasi Daerah) Provinsi Jawa Timur telah meluncurkan enam inovasi. Itu merupakan bagian dari 10 target minimal inovasi yang diluncurkan sepanjang 2023.
“BRIDA Jatim harus paling depan terkait kajian, riset dan inovasi. Riset sudah akan kami bangun, terutama untuk mendukung Nawa Bhakti Satya Ibu Gubernur. Inovasi pada tahun ini minimal harus ada 10 inovasi. Awal tahun ini, sudah ada enam inovasi yang akan kami luncurkan,” kata Kepala BRIDA Jatim, dr Andriyanto kepada beritajatim.com, Selasa (24/1/2023).
Inovasi pertama, menurut Andriyanto, adalah lorong inovasi. “Mudah-mudahan inovasi ini dapat apresiasi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Kita fasilitasi inovasi-inovasi dari masyarakat bawah. Murni dari grassroot. Kita seleksi, kalau bagus kita beri reward. Semisal, ada petani membawa pepaya, dan ketika dimakan rasanya apel,” ujarnya.
BRIDA Jatim sudah memiliki 22 orang peneliti dan tiga profesor (peneliti utama). “Kita akan gandeng akademisi seperti Unibraw Malang, UPN dan lainnya. Kita ilmiahkan penemuan masyarakat itu, kita uruskan HAKI, kita buat market research. Kalau mendatangkan keuntungan, inisiator akan dapat royalti. BRIDA juga akan cari dana hibah atau CSR BUMN dan BUMD, untuk anggaran reward dan scientific research based,” tuturnya.

Inovasi kedua, BRIDA Jatim akan melakukan digitalisasi rumah inovasi. “Kita nanti bisa memamerkan dalam bentuk dashboard secara digital, ada policy brief (ringkasan kebijakan) yang pernah kita lakukan penelitian. Semisal, penelitian pada tahun 2016 lalu bahwa ada penelitian kapal bertenaga surya, bukan menggunakan BBM jenis solar. Kita juga gandeng Biro Organisasi, mengumpulkan hasil penelitian yang memenangkan Kovablik dan Sinovic. Kita podcastkan dan show-kan juga,” imbuhnya.
[berita-terkait number=”3″ tag=”jatim”]
Lalu inovasi ketiga adalah menggandeng Unicef dengan nama warna-warni inovasi anak. “Anak-anak saat ini sudah terlena dengan gatget. Lato-lato bagus, tapi juga berbahaya jika pecahannya terkena mata. Warna-warna inovasi anak itu akan membangun ekosistem pada anak-anak. Bagaimana di China dan Rusia, tugas anak-anak bukan lagi Matematika dan pelajaran lainnya, melainkan tugas membuat inovasi. Indonesia dan Jatim khususnya harus bisa,” tegasnya.
Inovasi keempat adalah inovasi berupa aplikasi petani sejahtera dengan 1000 inovasi. “Petani bisa mengakses harga pupuk setiap harinya, bagaimana cara membuat pupuk, dan bisa mensejahterakan keluarganya. Di aplikasi itu ada semuanya,” katanya.
Kemudian, inovasi kelima adalah barcodesasi. Gubernur Jatim mendapatkan hampir 300 penghargaan hingga akhir 2022. “Semua masyarakat Jatim harus tahu itu legacy-nya. Setiap yang dilakukan OPD Pemprov Jatim harus diketahui publik. Semisal, BRIDA selama setahun melakukan berapa penelitian. Pada tahun 2022, melakukan 19 penelitian. Masyarakat tinggal scan barcode untuk mengetahuinya. Ada 61 OPD, tinggal disiapkan wadahnya. Pengawasan dari DPRD dan masyarakat bisa dilakukan,” jelasnya.
Inovasi keenam adalah membuat Perda tentang Penyelenggaraan Inovasi Daerah. “Inovasi harus lahir. Inovasi sebagai katalisator kesejahteraan. Kami akan mengajukan Raperda Penyelenggaraan Inovasi Daerah. Supaya cepat, raperda akan diusulkan melalui hak inisiatif DPRD Jatim,” pungkasnya. [tok/beq]






