Surabaya (beritajatin.com) – Berikut merupakan artikel tentang niat puasa Rajab serta keutamaannya dalam agama Islam. Orang-orang Islam disunahkan untuk berpuasa pada Bulan Rajab ini.
Pada Hari Senin, 23 Januari 2023 bertepatan dengan 1 Rajab 1444H menurut kalender Islam. Untuk memperingati pergantian bulan ketujuh tersebut, seluruh umat muslim disunahkan untuk melaksanakan puasa Rajab. Hal ini karena Rajab adalah bulan dengan begitu banyak keutamaan dan kemuliaan sejak zaman Rasulullah SAW.
Lantaran memiliki hukum sunah, maka mereka yang mengerjakannya akan mendapat pahala, namun apabila tidak dikerjakan juga tidak akan mendapat dosa. Ketentuan jumlah melakukan puasa Rajab pun dibebaskan, kalian bisa mengerjakannya selama satu hari, tujuh hari, delapan hari, atau sepuluh hari. Akan tetapi, jika dilakukan selama 1 bulan penuh maka hukumnya berubah menjadi makruh karena dianggap menyerupai puasa bulan Ramadhan.
Selain itu, puasa Rajab juga bisa dilakukan secara berselang – seling, satu hari puasa lalu satu hari berikutnya tidak, dan begitu seterusnya. Akan lebih baik lagi jika puasa Rajab dilaksanakan pada hari – hari utama, seperti Senin, Kamis, dan Jumat agar pahal yang didapat lebih besar.
[berita-terkait number=”5″ tag=”tips”]
Keutamaan Melakukan Puasa Rajab
Dikutip dari laman NU Online, Imam al-Ghazali dalam Ihya Ulumiddin (juz 3, halaman 431) mengutip dari duar hadist berikut:
Hadist yang pertama
صوم يوم من شهر حرام أفضل من ثلاثين من غيره وصوم يوم من رمضان أفضل من ثلاثين من شهر حرام
Artinya: “Sehari – hari berpuasa pada bulan haram (Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab). Lebih utama dibanding berpuasa 30 hari pada bulan selainnya. Satu hari berpuasa pada bulan Ramadhan, lebih utama dibanding 30 hari berpuasa pada bulan haram,”
Hadist yang kedua
من صام ثلاثة أيام من شهر حرام الخميس والجمعة والسبت كتب الله له بكل يوم عبادة تسعمائة عام
Artinya: “Barang siapa berpuasa selama 3 hari dalam bulan haram, hari Jumat dan Sabru, maka Allah balas setiap satu harinya dengan pahala sebesar ibadah 900 tahun,”
Niat Puasa Rajab
Melakukan puasa Rajab sebenarnya tidak jauh berbeda dengan puasa sunah Senin dan Kamis, hanya saja niat yang dilafadzkan tidak sama. Niat dari puasa Rajab antara lain:
نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ رَجَبَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Baca latin: Nawaittu shauma hafdzal yaumi an ada’I syahri rajaba lillahi ta’ala
Artinya: “Saya niat puasa sunah bulan Rajab hari ini, sunah karena Allah ta’ala”
[berita-terkait number=”3″ tag=”cara”]
Jangan khawatir, bagi para wanita yang memiliki utang puasa Ramadan, maka diperbolehkan untuk mengganti sekaligus melakukan puasa Rajab. Dikutip dari fatwa Al-Barizi, Sayyid Bakri Syattha (w. 1892 M) berpendapat jika seseorang yang puasa bada bulan Rajab meski dengan niat mengganti puasa Ramadhan, maka ia juga akan mendapatkan keutamaan dan kemuliaan dari bulan Rajab. (mnd/ian)






