Surabaya (beritajatim.com) – Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) Batch 2 Universitas Hayam Wuruk (UHW) Perbanas Surabaya resmi ditutup, Sabtu (21/1/2023) siang. Penutupan dikemas dengan gelaran Festival Budaya.
Jalannya festival budaya tersebut cukup meriah dengan melibatkan mahasiswa dari 21 perguruan tinggi se-Indonesia. Mereka menampilkan berbagai kreasi budaya, mulai dari nyanyian hingga tarian dari masing-masing daerah asal.
Rektor UHW Perbanas Surabaya, Dr Yudi Sutarso mengatakan, festival budaya digelar sebagai salah satu cara meningkatkan kesadaran kebhinekaan bagi mahasiswa, sehingga dapat memperkokoh persatuan Indonesia.
“Ini bagian dari program MBKM yang kami ikuti, khususnya terkait dengan program pertukaran mahasiswa merdeka. Salah satu tujuannya meningkatkan kesadaran kebhinekaan di negeri kita. Jadi, bagaimana berbeda-beda tetapi tetap satu. Filosofinya begitu,” ujar Yudi.
Ia mengungkapkan bahwa dalam program pertukaran ini, para mahasiswa telah mengikuti proses pembelajaran di UHW Perbanas selama satu semester. Menariknya, mereka mengambil mata kuliah dengan latar belakang yang berbeda.
“Jadi, memang ada semangat untuk tidak hanya mempelajari satu bidang ilmu, tetapi beragam ilmu. Ada yang dari peternakan dia ngambil manajemen, pun demikian dia bisa mendapat manfaat yang baik,” ungkapnya.
Sementara itu, Koordinator PMM Batch 2 di UHW Perbanas, Titis Puspitaningrum Dewi Kartika menyebut bahwa total mahasiswa yang mengikuti program pertukaran di UHW Perbanas Surabaya berjumlah 49 mahasiswa. Sedangkan total mata kuliah yang diambil ada sebanyak 37 mata kuliah.
“Untuk total mahasiswa, kita menerima 49 mahasiswa yang terdiri dari 21 universitas mulai Aceh sampai Merauke, dengan total 37 mata kuliah yang diambil,” ujarnya.
[berita-terkait number=”3″ tag=”uhw-perbanas”]
Di kesempatan sama, Nouren J Pinontoan, mahasiswi asal Universitas Victory, Sorong mengaku jika dirinya mendapat banyak hal baru saat menjalani perkuliahan di UHW Perbanas Surabaya, khususnya tentang kebudayaan.
“Orang-orangnya ramah semua. Kami disambut oleh pihak kampus Universitas Hayam Wuruk, dan kami juga enjoy untuk kuliah satu semester di universitas ini,” akunya.
Pada penutupan PMM sendiri, Nouren bersama timnya menampilkan dua persembahan kreasi budaya asal Papua, yakni Nyanyian Papua dalam Cinta dan Tarian Kreasi Papua.
“Nyanyian itu tentang keindahan alam Papua yang diperlihatkan oleh orang-orang asli Papua. Untuk tariannya, tarian kebangsaan, dimana kami tidak ada yang asli Papua, tapi kami membawa nama Papua. Jadi, itu bentuk apresiasi kami untuk tempat tinggal kami di Papua Barat, Kota Sorong,” ungkapnya.
Sekedar diketahui, setidaknya ada 14 penampilan yang disuguhkan mahasiswa PMM Batch 2 di UHW Perbanas. Sebelumnya, mereka telah mengikuti perkuliahan di UHW Perbanas selama satu semester Tahun Akademik 2022/2023. Rata-rata mereka mengambil mata kuliah di Prodi Sarjana Akuntansi, Manajemen, dan Ekonomi Syariah. [ipl/beq]







