Madiun (beritajatim.com) – Jalan Barito di Kelurahan Pandean Kecamatan Taman Kota Madiun dulunya merupakan salah satu pemukiman warga Tionghoa. Tepatnya, saat era Kolonial Belanda.
Menurut Septian Dwita Kharisma Ketua Pegiat Sejarah Historia van Madiun, Jalan Barito atau Gang Tengah merupakan pemukiman masyarakat Tionghoa. Era Kolonial Belanda, mereka ditempatkan di kawasan Jalan Cokroaminoto, Jalan Barito, dan Jalan Haji Agus Salim. Sengaja ada tempat khusus bagi mereka karena aturan untuk pindah tempat diatur ketat oleh Belanda. Dan mereka tak boleh berbaur dengan warga pribumi. Kawasan itu merupakan Pecinan di era kolonial.
“Itu Pecinan dibentuk karena kebijakan Kolonial Belanda, mbak. Namanya wijkenstelsel yaitu sebuah peraturan bahwa orang Tionghoa tidak dapat berpindah dari satu tempat ke tempat lain tanpa izin yang dikeluarkan oleh pemerintah Belanda. Ini dilakukan agar Orang Tionghoa tidak bisa berbaur dengan orang pribumi,” kata Iyan, sapaan akrab Septian Dwita Kharisma pada beritajatim.com, Jumat (20/01/2023).

Total warga yang tinggal di kawasan Pecinan Kota Madiun itu secara umum di tahun 1845 sekitar 527 jiwa. Tapi ketika Kota Praja Madiun dibentuk pada 20 Juni 1918, jumlah warga Tionghoa di Kota Madiun mencapai 3.100 jiwa. Pecinan itu ada sampai saat ini. Dan seiring berkembangnya zaman, orang pribumi dan Tionghoa mulai membaur sehingga istilah pecinan mulai pudar.
“Iya mbak di Madiun era Presiden Soekarno, orang Tionghoa dan pribumi membaur mbak dan harmonis hubungan mereka. Di Kota Madiun sendiri, dibuktikan ada istilah China gang tengah. Yakni orang Cina atau Tiongkok yang sering berinteraksi dgn orang Jawa sehingga pola budaya dan sosial mereka seperti orang Jawa, mereka hidup di daerah Jalan Barito,” lanjut pria yang merupakan guru sejarah SMPN 6 Kota Madiun itu.
[berita-terkait number=”3″ tag=”imlek-2023″]
Menjelang Tahun Baru Imlek 2574 Kongzili, Pemkot Madiun menggelar Festival Jajanan Pecinan di Jalan Barito. Wali Kota Madiun Maidi, membuka acara tersebut, Kamis (19/1/2023). Menurut mantan Sekda Kota Madiun itu, Kota Pendekar mempunyai semangat kebhinekaan yang luar biasa, terlebih pada saat perayaan kali ini, pihaknya mewadahi semua pengusaha kuliner.
“Dari sinilah, dikhususkan untuk beragam produk jajan di Kota Madiun, ditampilkan semuanya selama satu minggu. Semua potensi yang dimiliki Kampung Pecinan, digebyarkan dalam rangka Tahun Baru Imlek. Ini akan jadi event tahunan,” kata Maidi.
“Nantinya kami bakal memperbaiki sarana prasarana. Sehingga tempat inilah yang akan menjadi wisata dengan beraneka ragam Kuliner Kota Madiun,” pungkas Maidi. (fiq/ted)






