Jember (beritajatim.com) – Aparat Kepolisian Resor Jember, Jawa Timur, meminta keterangan dari Tamamiyatul Imani’ah (60), ibunda Kiai FM, dan Syarif Hidayatullah (30), adik Kiai FM, menyusul adanya laporan dugaan tindak asusila di Pondok Pesantren Al Djaliel 2, Kecamatan Ajung, Sabtu (14/1/2023).
Tamami dan Syarif didampingi tim pengacara antara lain Andy Cahyono Putra, Didik Muzanni, dan Alamanto. “Tadi pemeriksaan terhadap Bu Tamami berjalan kurang lebih satu jam,” kata Didik.
Kiai FM dilaporkan istrinya sendiri HA ke polisi dengan dugaan tindakan asusila terhadap ustazah dan santriwati. Bahkan disebutkan sempat ada keributan di pondok pesantren itu, antara ustazah dan santriwati, Rabu (4/1/2023) malam. Sang kiai dituduh membawa masuk seorang ustazah ke ruang khusus di lantai dua pondok.
[berita-terkait number=”5″ tag=”pencabulan”]
FM membantah laporan sang istri. “Kalau mereka punya bukti punya video, saya berani jalan jongkok dari Jember ke Jakarta, telanjang bulat,” katanya.
FM sudah menjalani pemeriksaan di Polres Jember, Kamis (12/1/2022). Dia dan HA juga menjalani tes psikologi forensik Jumat (13/1/2022) kemarin.
Didik mengatakan, Tamami tidak tahu jika ada keributan di pondok tersebut. “Dia ada di kamar terus, karena tengah pemulihan setelah opname,” katanya.
Tamami baru tahu ada persoalan setelah ditelepon Ustazah A yang menangis, karena dituduh berselingkuh oleh HA, istri FM. “Saya dipaksa. Ya saya tidak bisa ngomong apa-apa, wong saya tidak melakukan perselingkuhan,” kata Ustazah A kepada Tamami, sebagaimana ditirukan Didik.
Tamami pun bergegas ke kamar Ustazah A. Di sana Ustazah A menceritakan lagi tuduhan HA. Tuduhan itu ditolaknya, karena merasa tak berselingkuh dengan FM. Bahkan, menurut Didik, Ustazah A mengaku dipukul oleh HA agar mengakui tuduhan perselingkuhan itu. HA saat itu pergi sambil membawa ponsel suaminya.
Sebelumnya, FM diperiksa polisi dan harus menjawab 41 pertanyaan sejak 13.30 hingga 21.00 WIB, Kamis (14/1/2023). Andy Cahyono Putra mengatakan, kliennya menjawab semua pertanyaan dengan lancar, termasuk yang berkaitan dengan Ustazah A yang dituduh berselingkuh dengannya.
Semua berawal saat Ustazah A meminta izin untuk pulang ke Kecamatan Tanggul. FM yang hendak beristirahat mempersilakan Ustazah A agar menemuinya setelah kegiatan pondok selesai pada pukul 23.00 WIB. “Aktivitas pondok memang dimulai pada pukul setengah tiga hingga sebelas malam,” kata Andy.
Sekitar pukul 23.30, Ustazah A menemui Kiai FM di sebuah ruang di lantai dua. Ruang ini biasa digunakan menjadi lokasi pembuatan video untuk kanal Youtube pondok tersebut. Ada dua pintu di sana. Salah satunya menghubungan ruangan dengan musala khusus santriwati.
Ustazah A menyampaikan jika tak jadi pulang ke Tanggul. Setelah bercakap-cakap sejenak, Ustazah A kembali ke kamarnya lewat pintu utama. Sementara itu terdengar ketukan dari pintu penghubung dengan musala santriwati.
Ternyata ada dua santriwati berinisial J dan S yang mencari Ustazah A. “Mereka mencari Ustazah A karena kok waktunya tidur tidak ada di kamar,” kata Andy.
Kiai FM membenarkan jika Ustazah A baru saja kembali ke kamarnya. Dia kemudian mempersilakan dua santriwati itu masuk ke dalam ruangan. Kebetulan, Ustazah A kembali masuk ke ruangan tersebut lewat pintu yang tadinya dilalui dua santriwati tersebut.
Masuknya tiga orang ini terekam CCTV. “Ya hanya itu CCTV yang dijadikan bukti (oleh HA),” kata Andy.
Andy membantah munculnya opini jika FM mencabuli santriwati pondok. “Bukti mana? Rekaman CCTV yang ada adalah CCTV tiga orang itu masuk ke ruangan studio. Hanya itu,” katanya.
Andy menganggap laporan tersebut aneh. “Kalau seperti itu, korbannya siapa kalau pencabulan? Apakah mereka sampai saat ini jadi korban dan merasa dilecehkan? Memang tidak ada pelecehan di situ,” katanya.
Andy mengatakan hubungan rumah tangga FM dan HA tidak harmonis selama setahun belakangan. Keduanya sudah menikah selama sepuluh tahun dan memiliki dua orang anak yang masih kecil. “Dalam waktu dekat, satu dua minggu ini, kami akan ajukan gugatan cerainya, karena dia kan tidak pulang ke pondok sejak kasus ini (muncul),” kata Andy.
Terpisah, HA mengakui hubungan rumah tangganya dengan FM memang tengah retak beberapa bulan belakangan. “Nafkah batin dan lahir sangat kurang sekali,” katanya.
HA menyebut masalah suaminya kompleks. “Suami saya bilang ingin menikah lagi dua, tiga, empat, kalau perlu sembilan kali. Saya sudah pasrah sama Allah. Kalau pun memang sesuatu hal terjadi di belakang saya, kalau saya dizalimi orang-orang di rumah saya, saya berdoa agar Allah menunjukkan yang terbaik,” katanya.
Pengacara HA, Yamini, menegaskan, persoalan ini dicuatkan bukan karena kecemburuan. “Ada indikasi kekerasan seksual, tapi seperti apa kami menunggu kepolisian,” katanya.
HA memiliki alat bukti perbuatan FM. “Biar dirilis kepolisian,” katanya.
Menurut Yamini, kliennya merasa ada sesuatu yang tidak wajar pada diri sang suami sejak lama. Setelah menjalani tes psikologi forensik, Jumat (13/1/2023), HA mengaku senang. “Dia senang, lega. Dia sampaikan pasca menjalani pemeriksaan itu, dia merasa lega menyampaikan semua. Kemarin kalau tidak salah mulai jam satu siang sampai setengah enam sore,” katanya. [wir/kun]






