Surabaya (beritajatim.com) – Kabupaten Ngawi mulai berupaya berlari dalam meningkatkan pembangunan dan perekonomian daerahnya. Salah satunya dengan menjalin kerjasama dengan PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) Indonesia untuk membangun kawasan industri di Ngawi.
Bupati Ngawi, Ony Anwar Harsono, ST MH mengaku telah menyiapkan 1.200 hektar lahan untuk pergudangan ramah lingkungan untuk segera dikembangkan oleh PT SIER.
Ony menyebutkan jika Ngawi merupakan salah satu target prioritas pembangunan nasional. Dan hal itu diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 80 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi, di kawasan Gresik-Bangkalan-Mojokerto-Surabaya-Sidoarjo-Lamongan, kawasan Bromo-Tengger Semeru, serta kawasan selingkar Wilis dan lintas selatan Jatim.
“Kami pun sudah mendapat lampu hijau dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan pelepasan kawasan hutan untuk pembangunan kawasan industri ini dilakukan secara bertahap dulu. Untuk tahap awal seluas 250 hektar dulu,” papar Ony.
Kawasan industri Ngawi ini nanti akan dibangun di Widodaren dan Karanganyar Ngawi. Dirut SIER, Didik Prasetiyono, sendiri mengaku proses pengembangan kawasan industri tak semudah membalikkan telapak tangan, apalagi manajemen SIER punya standar yang tinggi dalam menyiapkan kawasan industri mereka.
“Kami sudah sukses mengembangkan SIER dan PIER di Pasuruan. Semuanya kawasan berbasis lingkungan mulai dari penataan limbah, pengolahan air hingga penghijauan jangka panjang yang disiapkan secara matang dan terencana,” papar Didik.
[berita-terkait number=”4″ tag=”sier”]
Menurut Didik, setidaknya dibutuhkan waktu 4 tahun menyiapkan fasilitas dan sarana pendukung agar kawasan industri baru bisa terintegrasi secara sempurna. Standar green industry pun menjadi andalan utama dari manajemen SIER. Karena investor asing hanya akan menggunakan kawasan industri dengan fasilitas green industry sesuai dengan grade internasional.
“Dan kami sudah melakukannya sejak awal pembangunan di SIER da PIER. Hal yang sama nantinya akan kami terapkan juga di kawasan industri Ngawi sehingga investor asing bisa masuk terutama untuk komoditas pengolahan pertanian dan hasil pertanian yang memang menjadi andalan Ngawi, terutama berasnya,” tandas Didik.[rea]






