Sampang (beritajatim.com) – Petani garam yang ada di Kabupaten Sampang, Madura, membutuhkan dermaga atau pelabuhan untuk mempermudah bongkar muat hasil produksi mereka.
Petani garam yang cukup banyak di antaranya di Desa Ragung, Desa Sreseh dan Desa Pengarengan, Kecamatan Pangarengan, Kabupaten Sampang. Pasalnya, para petani garam merasa kesulitan saat hendak membawa hasil produksi garam dari tambak atau lahan garam ke daratan.
Selain itu, petani garam juga kesulitan untuk tempat sandaran kapal pengangkut produksi mereka karena tidak ada dermaga khusus untuk mempermudah proses bongkar muat.
H. Wali salah satu petani garam asal pangarengan mengatakan, petani di tiga desa tersebut sering mengalami kendala saat bongkar muat hasil produksi. Sebab, tidak ada pelabuhan untuk sandaran kapal pengangkut. “Warga di tiga desa penghasil garam ini mengusulkan kepada pemerintah agar dibangun pelabuhan untuk mempermudah bongkar muat garam,” terangnya, Selasa (10/1/2023).
Ia menambahkan, selama ini petani harus bekerja ekstra karena medan menuju lokasi bongkar muat hasil produksi garam dari tambak ke penampungan, terkadang juga terkendala oleh akses jalan. Sehingga, menghambat pengepulan jumlah produksi garam kerena termakan oleh waktu.
[berita-terkait number=”3″ tag=”petani-garam”]
“Dermaga pelabuhan dan akses jalan ini sangat dibutuhkan warga untuk mempermudah pengangkutan hasil produksi garam. Sebab akan mempercepat terhadap kelancaran perekonomian para petani garam,” imbuhnya.
Hal senada juga dikatakan oleh Agus pemilik lahan garam lainya yang sangat berharap adanya pembangunan dermaga pelabuhan bongkar muat hasil produksi di Kecamatan Pengarengan. Karena, fasilitas yang memadai akan memperlancar para petani garam baik saat produksi maupun saat panan.
“Besar harapan kami, adanya pembangunan dermaga pelabuhan untuk bongkar muat hasil produksi, karena akan mempermudah segala kegiatan para petani garam,” harapnya. [sar/suf]






