Gresik (beritajatim.com) – PT Semen Indonesia (persero) Tbk (SIG)SIG sudah berdiri 10 tahun. Perusahaan BUMN dengan kode emiten SMGR tersebut terus bertransformasi menghadapi ketatnya persaingan industri semen.
Mengusung kampanye ‘Stronger Collabor Action’, SIG siap menciptakan peluang baru serta menjadi perusahaan terdepan di kawasan regional.
“10 tahun bukan waktu yang sebentar bagi SIG. Dalam perjalanannya banyak dinamika. Perusahaan kami dibentuk untuk menyatukan kekuatan di daerah menjadi kekuatan nasional. Momentum sejarah diawali perubahan nama Semen Gresik menjadi Semen Indonesia yang menjadi simbol integrasi kekuatan BUMN Semen Indonesia,” ujar Dirut SIG, Donny Arsal, Selasa (10/1/2023).
Donny menjelaskan dibentuknya SIG bukan hanya untuk menjadi pemimpin industri semen di Indonesia. Tapi, lebih meningkat lagi sebagai penyedia solusi bahan bangunan terbesar di kawasan regional.
[berita-terkait number=”3″ tag=”gresik”]
Ia menambahkan, untuk melengkapi kekuatannya sebagai industri semen terbesar, bergabungnya PT Solusi Bangun Indonesia (SBI) membawa tambahan serta portofolio perusahaan. Ditambah bergabungnya PT Semen Baturaja menjadi kekuatan baru bagi SIG mulai dari Sabang hingga Merauke.
“Kolaborasi yang solid terbukti mampu mencatatkan kinerja positif ditengah tantangan sepanjang tahun 2022. Mulai dari persaingan hingga ketatnya peningkatan biaya produksi pasca naiknya harga BBM,” imbuhnya.
Kendati posisi SIG sangat kuat dan dominan di industri semen dalam negeri, kata Donny, bukan berarti sudah aman. Setiap tahun dipastikan ada tantangan baru dan semakin tidak mudah.
“Kita tidak bisa berharap bahwa kondisi industri ataupun persaingan ini akan menjadi mudah, tapi justru kita lah yang harus bisa menjadi lebih kuat,” katanya. [dny/beq]






