Pamekasan (beritajatim.com) – Dua stadion di Madura yang dijadikan sebagai markas Madura United FC dalam mengarungi jadwal kompetisi kasta tertinggi sepakbola tanah air, tuntas dilakukan proses penilaian oleh Tim Risk Assessment Polri.
“Risk Assessment bukan merupakan vonis kelayakan stadion, tapi lebih pada pengukuran tingkat resiko berdasarkan kondisi yang ada,” kata Direktur Utama PT Polana Bola Madura Bersatu (PBMB), Zia Ul Haq Abdurrahim, Rabu (4/1/2023).
Pada kesempatan tersebut, dua stadion di Pulau Garam yang dijadikan sebagai markas Laskar Sape Kerrab dalam mengarungi kompetisi, yakni Stadion Gelora Madura Rato Pamelingan Pamekasan, dan Stadion Gelora Bangkalan (SGB), dianggap layak menggelar kompetisi dengan sejumlah catatan.
Namun untuk SGB yang notabene milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan, terdapat beberapa catatan penting yang harus diperhatikan. “Alhamdulillah SGB dianggap boleh menyelenggarakan pertandingan, walaupun secara penilaian resiko masih dianggap kurang,” ungkap pria yang akrab disapa Zia.
“Rekomendasi pembenahan dan penambahan fasilitas sebagai salah satu hasil dari Risk Assessment, diharapkan mampu dipenuhi oleh pemilik dan pengelola SGB. Madura United akan intens berkomunikasi dengan pihak SGB, agar pemenuhan ini dapat dilakukan secara cepat dan tepat,” imbuhnya.
[berita-terkait number=”3″ tag=”madura-united”]
Berbeda dengan Stadion Gelora Madura Rato Pamelingan Pamekasan, di Desa Ceguk, Tlanakan, Pamekasan, yang dinilai cukup memadai untuk menggelar pertandingan resmi kompetisi kasta tertinggi sepakbola tanah air, BRI Liga 1.
“Secara umum kondisi stadion (Gelora Madura) sudah memadai untuk penyelenggaraan pertandingan, namun untuk menghindari potensi gangguan keamanan, maka peningkatan di berbagai aspek perlu dilakukan mengacu pada Perpol 10/2022,” bunyi catatan tentang Stadion Gelora Madura.
Perpol 10/2022 dan perundangan serta aturan terkait lainnya, dipandang perlu untuk dipahami seluruh pemangku kepentingan melalui proses sosialisasi berkesinambungan.
[berita-terkait number=”3″ tag=”madura-united”]
“Pihak Madura United menyewa Stadion Gelora Madura Rato Pamelingan dari Pemda Pamekasan, sehingga tanggungjawab untuk kelengkapan infrastruktur harus didiskusikan antar kedua belah pihak,” imbuhnya.
Temuan selama periode assessment diminta segera didiskusikan dengan fungsi terkait guna menentukan strategi, termasuk tanggal penyelesaian. “Lakukan penyempurnaan desain dan kualitas keamanan yang terdiri dari sistem manajemen dan infrastruktur serta SDM, agar pengelolan stadion dapat terhindar dari potensi gangguan keamanan,” jelasnya.
“Jadikan manajemen resiko keamanan menjadi bagian dari manajemen resiko pengelolaan stadion,” pungkasnya. [pin]






