Surabaya (beritajatim.com) – Semakin modern ini semakin manusia memiliki kehendak yang banyak uniknya, seperti misalnya ingin meninggalkan identitasnya sebagai manusia dan memilih menjadi hewan.
Beberapa waktu lalu seorang pria Jepang yang menghabiskan Rp226 juta untuk membuat dirinya tampak seperti seekor anjing. Toco, pria Jepang itu menyewa sebuah perusahaan profesional yang dikenal sebagai Zeppet, yang menagihnya hampir 2 juta yen atau Rp226 juta untuk membuat kostum collie unik baginya untuk akhirnya mewujudkan impian lamanya berdandan seperti anjing.
Toco, pria yang ‘mengubah’ dirinya menjadi seekor anjing, berkata Dia menyembunyikan identitas aslinya dan wajah manusianya dari seluruh dunia karena dia tidak ingin menghadapi penghakiman dari orang yang dia kenal.
Dia berkata, “Saya tidak ingin hobi saya diketahui, terutama oleh orang-orang yang bekerja dengan saya. Mereka menganggap aneh bahwa saya ingin menjadi seekor anjing. Untuk alasan yang sama mengapa saya tidak dapat menunjukkan wajah asli saya.”
Zeppet baru-baru ini dihubungi oleh pelanggan kedua dari Jepang yang ingin dia merancang kostum serigala ultra-realistis untuknya. Pelanggan, yang meminta anonimitas, menyatakan, “Karena kecintaan saya pada hewan sejak kecil dan beberapa setelan hewan realistis muncul di TV, saya bermimpi ‘menjadi satu hari nanti’.”
Pakaian tersebut menelan biaya pelanggan sekitar 3 juta yen atau setara dengan Rp360 juta. Dia datang ke studio beberapa kali untuk tujuan pengukuran dan pemasangan.
Dia berkata, “Kami memeriksa gambar serigala asli untuk membahas detail terkecil hingga kami memasukkan banyak fitur ke dalam spesifikasi.”
Zeppet membutuhkan total lima puluh hari untuk menyelesaikan pakaian itu. Klien melanjutkan dengan mengatakan, “Pada pemasangan terakhir, saya kagum pada perubahan diri saya di cermin. Itu adalah momen ketika impian saya menjadi kenyataan. Perintah saya untuk ‘terlihat seperti serigala sungguhan yang berjalan dengan kaki belakang’ memang sulit, tetapi setelan lengkapnya terlihat persis seperti yang aku bayangkan.”
Ia juga berkata, “Spesifikasi tidak hanya mencakup semua preferensi saya dengan sempurna, tetapi celah ventilasi untuk kenyamanan pemakainya dan perangkat yang memungkinkan pemakai memakainya tanpa bantuan menunjukkan kepada saya bahwa para desainer sangat memperhatikan kenyamanan pemakainya.” [adg/beq]






