Gresik (beritajatim.com) – Stadion Gelora Joko Samudro (Gejos) yang menjadi kandang skuad Gresik United siap diverifikasi melalui ‘Risk Assessment’ oleh tim Baharkam Mabes Polri dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Sesuai jadwalnya besok (30/12) stadion yang memiliki kapasitas 25 ribu penonton akan dinilai kelayakannya.
Media Officer Gresik United Deni Ali Setiono menuturkan, terkait risk assessment Stadion Gejos. Manajemen Gresik United sudah mempersiapkan secara matang. Malahan sebelum tim gabungan dari Baharkam Mabes Polri dan Kementerian PUPR melakukan asesmen.
[berita-terkait number=”4″ tag=”gresik-united”]
Perwakilan manajemen Gresik United bersama Sekda Pemkab Gresik serta jajaran organisasi perangkat daerah (OPD). Seperti Dinas Pariwisata Kebudayaan Ekonomi Kreatif Pemuda dan Olahraga (Disparbudkerafpora), Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPU-TR), dan Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat telah melakukan rapat koordinasi.
“Kami sudah melakukan rapat kordinasi supaya nanti saat assement dari tim gabungan bisa menjawab kelebihan maupun ada masukan mengenai Stadion Gelora Joko Samudro,” tuturnya, Kamis (29/12/2022).
Sementara itu, Ketua Panpel Syamsul Dluha mengatakan, nantinya Stadion Gelora Joko Samudro dipilih dari puluhan stadion yang akan di-assement berdasarkan surat Ditpamobvit Korsabhara Baharkam Polri nomor B/56/XII/PAM.1/2022.
Hasil dari penilaian tersebut, akan menjadi acuan kelayakan kegiatan olahraga maupun kegiatan lainnya yang dilakukan di stadion milik Pemkab Gresik tersebut.
“Sesuai rencana besok pagi tim risk assessment mendatangi Stadion Gelora Joko Samudro. Dipimpin perwira menengah Mabes Polri berpangkat komisaris besar. Selain dari Polri, perwakilan dari Kementerian PUPR juga turut mendampingi hingga selesai,” pungkas Gus Syam sapaan akrab Syamsul Dluha. (dny/ted)






