Surabaya (beritajatim.com) – Sosok Lionel Messi yang populer di dunia sepak bola membuat jutaan orang kagum dan suka kepadanya. Terlebih setelah jerih payahnya dan tim yang berhasil membawa Argentina sebagai juara dari ajang Piala Dunia 2022 di Qatar beberapa waktu lalu.
Namanya pun dielu-elukan, tidak hanya di tanah airnya saja namun juga oleh masyarakat di berbagai belahan dunia.
Messi pun dijuluki sebagai The GOAT, yakni Greatest Of All Time. Maka tak heran jika banyak orang tua yang ingin memberi sang buah hati nama “Messi” dengan harapan agar karirnya sama gemilangnya bak pria 35 tahun tersebut. Seperti pasangan suami istri asal Sulawesi, Indonesia yang sempat viral karena memberi nama anak mereka “Muhammad Messi”.
Namun nyatanya hal tersebut justru dilarang di Argentina. Pemerintah Argentina telah memberlakukan aturan yang melarang orang tua untuk menamai bayinya dengan nama “Messi”. Aturan baru ini diterapkan di Kota Rosario yang menjadi kampung halaman sang bintang.
Bukan tanpa alasan, kebijakan tersebut dibuat karena pemerintah setempat tak ingin ada banyak anak yang bernama Messi di kota tersebut, dan membuat warganya sendiri ikut kebingungan. Agar tak disepelekan, telah dibuat hukum Undang – undang yang sah.
[berita-terkait number=”5″ tag=”bola”]
Kebijakan yang didesak segera disahkan ini bermula ketika orang tua di Kota Rosario bersikeras memberi nama depan anak mereka dengan “Messi”. Pasangan Hector Varela dan Rio Negro ini sampai mengajukan upaya hukum banding atas penggunaan nama “Messi” tersebut.
Mereka berharap ketentuan itu berlaku pengecualian untuk anak mereka yang akan menggunakan nama ‘Messi Daniel Varela’. Dan benar saja, mereka berhasil memenangkan nama tersebut.
Padahal, sejak 1969 Argentina telah memberlakukan larangan terkait penggunaan nama belakang sebagai nama depan. Lagi – lagi aturan ini ditetapkan untuk menghindari kebingungan.
Apabila undang – undang terkait nama “Messi” telah disahkan, artinya akan ada hukum yang berlaku bagi siapa saja yang melanggar. Dengan begitu diharapkan masyarakat bisa patuh dan tak lagi memaksa menamai anak mereka dengan nama “Messi”.
Sementara itu, sebenarnya penggunaan nama pemain sepak bola atau bahkan nama tim nasional sebagai nama anak telah menjadi tren di Argentina sejak 2011. Banyak harapan dan doa – doa baik dari orang tua untuk anak mereka melalui nama yang diberikan. (mnd/nap)






