Malang (beritajatim.com) – Wali Kota Malang, Sutiaji memprediksi pada libur natal 2022 dan tahun baru 2023 arus lalu lintas dan jumlah kendaraan bakal meningkat. Hal ini merujuk pada data dari Kementerian Perhubungan.
“Karena ada euforia diprediksi ada 41,7 juta mobilitas orang. Maka ini Pertamina menjadi salah satu yang ambil bagian agar tidak terjadi kelangkaan,” kata Sutiaji, Kamis, (22/12/2022).
Sales Branch Manager Pertamina Rayon I Malang Raya, Ahmad Ubaidillah Maksum mengatakan, bahwa Pertamina Rayon I Malang memprediksi ada kenaikan permintaan Bahan Bakar Minyak (BBM) sebesar 10 persen pada tahun ini. “Kenaikan permintaan BBM di angka 10 persen untuk gasoline nya. Karena tahun ini kemungkinan lebih ramai dibandingkan tahun lalu,” ujar Ubaid.
[berita-terkait number=”5″ tag=”pemkot-malang”]
Ubaid mengungkapkan, saat ini stok BBM yang ada di Pertamina Fuel Terminal Malang di Jalan Halmahera sebanyak 4.800 kilo liter. Jumlah tersebut bisa mengcover kebutuhan BBM di Malang selama tiga hari ke depan.
“Kami juga sudah meminta kepada seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang ada di Malang untuk selalu stand by dan memberikan pelayanan selama 24 jam,” imbuhnya.
Pertamina meminta masyarakat tidak perlu melakukan panic buying dengan membeli BBM dalam jumlah banyak saat momen Nataru. Karena mereka memastikan stoknya tercukupi untuk akhir tahun dan awal tahun. “Stok kami pastikan tercukupi. Kami juga sudah antisipasi terkait kenaikan permintaan BBM dan elpiji,” tandasnya. (luc/kun)






