Blitar (beritajatim.com) – Wali Kota Blitar, Santoso didampingi oleh Pimpinan Cabang Bank Rakyat Indonesia (BRI) Blitar, Yulizar Verda Febrianto memberikan secara simbolis gerobak sayur baru kepada pedagang di pasar Templek Kota Blitar.
Dalam kegiatan ini ada 17 pedagang yang akan menerima bantuan gerobak sayur baru hasil kerjasama Pemkot Blitar dengan BRI Blitar.
“Pagi hari ini kita meresmikan hasil kerjasama antar Indag dan BRI dibantu dalam bentuk obrok, sekaligus pemasangan Qris, Dari data tadi ada 90 bakul ethek (pedagang sayur keliling) tapi yang bergabung baru 17 yang akan diberikan bantuan dalam bentuk obrok,” kata Wali Kota Blitar, Santoso, Selasa (20/12/2022).
Gerobak sayur yang diberikan BRI dan Pemkot Blitar ini, juga telah ditempeli kode Qris sebagai alat pembayaran non tunai. Sehingga diharapkan dengan begitu akan mempermudah proses pembayaran pelanggan yang kini sudah mulai bergeser menggunakan model banking atau non tunai.
Dalam tahap awal ini ada 17 pedagang yang tergabung untuk menggunakan model pembayaran BRI Qris. Pemkot Blitar pun berharap para pedagang yang lain bisa ikut bergabung demi meningkatkan kualitas usahanya.
Dari data Disperindag Kota Blitar total ada 90 pedagang sayur keliling yang mengambil barang dagangan di Pasar Templek Kota Blitar.
“Iya jadi masing masing sudah dipasang di obroknya ada sejumlah 17 obrok yang itu akan di buat keliling kota Blitar kami harapkan Pedagang yang lain bisa bergabung,Sehingga usaha dari masyarakat kota Blitar semakin meningkat,” pungkasnya.
Sementara itu Pimpinan Cabang Bank Rakyat Indonesia (BRI) Blitar, Yulizar Verda Febrianto mengatakan inovasi ini merupakan bentuk sinergitas antara BRI dengan Pemkot Blitar. Menurutnya BRI kini tengah konsen untuk meningkatkan tampilan dari pedagang sayur keliling agar terkesan dimata masyarakat.
Untuk itu BRI Blitar memberikan bantuan 17 gerobak sayur keliling yang baru kepada para pedagang. Gerobak sayur ini pun juga telah dilengkapi dengan kode BRI Qris untuk mempermudah pembayaran.
“Jadi bagaimana caranya supaya bakul ethek (pedagang sayur keliling) ini bisa bagus dipandang masyarakat, jadi bagaimana kalau kita per bagus aja obroknya.Sebagai kompensasi kita meminta udukasi mereka untuk transaksinya, jadi transaksi nya mulai digitalkan tidak tunai lagi,” katanya.
Penggunaan mode pembayaran dengan Qris ini merupakan upaya BRI Blitar untuk mengedukasi pedagang dan masyarakat untuk menggunakan model pembayaran non tunai. Hal sesuai dengan anjuran Bank Indonesia tentang transaksi non tunai.
Dalam tahap awal ini, BRI Blitar masih memberikan 17 gerobak sayur keliling dilengkapi kode Qris kepada para nasabah. BRI Blitar pun mengimbau kepada pedagang yang lain untuk segera bergabung.
“Karena kan sesuai dengan imbauan BI transaksi itu sudah harus dianjurkan menggunakan rekening. Yang kami Utaman para nasabah dulu kita dulu ni setelah itu baru yang lain,” imbuhnya
BRI Blitar pun mencanangkan akan mengedukasi seluruh pedagang di pasar Templek Kota Blitar untuk menggunakan model pembayaran non tunai menggunakan BRI Qris. Penempelan kode Qris di lapak pedagang pun juga akan dilakukan seiring dengan edukasi yang dijalankan oleh BRI Blitar.
Menurut Pimpinan Cabang BRI Blitar, dengan penggunaan model pembayaran Qris, maka akan mempermudah pengajuan kredit pedagang. Maka dari itu BRI Blitar mengharapkan seluruh pedagang di pasar Templek Kota Blitar mau menggunakan model pembayaran non tunai yakni dengan Qris.
“Nanti saya akan edukasi bukan hanya soal masang Qris sih tapi edukasi yang penting. Ketika para pedagang sudah bertransaksi non tunai maka juga akan mempermudah pengajuan kredit di perbankan,” pungkasnya. (Owi/ted)






