Blitar (beritajatim.com) – Wali Kota Blitar Santoso mengungkap peristiwa perampokan yang terjadi di rumah dinasnya. Ternyata untuk melancarkan jalannya aksi, perampok sempat mengancam akan berbuat asusila terhadap istri Wali Kota Blitar Santoso.
Saat disekap di kamarnya, Santoso mengaku sempat ditendang dan dipukuli oleh para pelaku. Sambil mengancam dengan parang, menanyakan dimana brangkas miliknya. Karena saya tidak punya brangkas, Wali Kota Blitar itu jawab tidak ada.
“Saya diancam dan ditendangi untuk menunjukkan brangkas, para pelaku bahkan sempat akan menelanjangi istri saya jika tidak menunjukkan uangnya.karena kawatir dengan keselamatan istri saya, saya bilang silahkan di cek di lemari,” terangnya, Selasa (13/12/2022) siang.
Setelah hampir 30 menit mengobrak-abrik lemari dan mendapatkan barang berharga berupa perhiasan dan uang Rp 400 juta, pelaku menanyakan dimana posisi kotak Digital Video Recorder (DVR) CCTV.
[berita-terkait number=”4″ tag=”wali-kota-blitar”]
“Saya bilang ada di ruang kerja, kemudian mereka memotong kabelnya dan membawa kotak hitamnya (DVR),” kata Santoso.
Sampai kondisi sepi, karena pelaku diperkirakan sudah kabur sekitar jam 04.30 Wib. Santoso yang berhasil melonggarkan lakban di mulutnya berteriak minta tolong, tapi tidak ada yang datang. “Karena Sat Pol PP yang jaga juga dilumpuhkan, diikat dan dilakban,” pungkasnya. [owi/but]






