Surabaya (beritajatim.com) – Mati rasa dapat terjadi karena kerusakan atau tekanan pada saraf. Umumnya kondisi ini membuat rangsangan yang dialirkan ke otak dan saraf tulang belakang mengalami gangguan.
Namun, ada juga penyebab lain dari mati rasa. Berikut beberapa kondisi yang dapat menjadi penyebab mati rasa pada wajah.
Penyebab Mati Rasa Pada Wajah
1. Multiple Sclerosis
Multiple sclerosis merupakan kondisi peradangan yang mempengaruhi saraf dan bersifat kronis. MS berkembang dengan kecepatan yang berbeda untuk orang yang berbeda.
Diinformasikan dari National Multiple Sclerosis Society, gejala MS yang muncul pertama kali umumnya berupa mati rasa pada wajah, tubuh, atau ekstremitas. Mati rasa yang timbul bisa ringan hingga sangat parah, sehingga hal ini dapat mengganggu kemampuan untuk menggunakan bagian tubuh yang terpengaruh.
2. Herpes Zoster
Jenis infeksi virus yang berkembang di satu sisi wajah atau tubuh biasa disebut herpes zoster. Selain dapat mengganggu penampilan, infeksi ini juga terasa menyakitkan.
Perlu diketahui jika infeksi herpes zoster, dapat memicu ruam yang menyakitkan di satu sisi wajah atau tubuh dikutip dari laman News-Medical.Net. Biasanya, ruam dapat muncul di sekitar satu mata. Sekitar 1 sampai 5 hari sebelum ruam muncul, pasien mungkin merasakan nyeri, perih, gatal, kesemutan, hingga mati rasa.
3. Penyakit Lyme
Penyakit Lyme, adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Borrelia burgdorferi. Bakteri ini umumnya ditularkan ke manusia melalui gigitan kutu kaki hitam atau kutu rusa yang telah terinfeksi.
Saat penyakit Lyme mempengaruhi saraf di wajah, satu atau kedua sisi wajah dapat terasa berat. Biasanya, ini juga disertai mati rasa, nyeri, lemas, gangguan senyum dan mengunyah, gangguan penglihatan, demam, leher kaku, dan sakit kepala parah.
[berita-terkait number=”5″ tag=”sakit”]
4. Bell’s Palsy
Bell’s Palsy memiliki gejala di mana otot – otot di wajah menjadi lemah atau lumpuh di satu sisi wajah. Kondisi ini dapat terjadi secara tiba – tiba, dan kemungkinan besar disebabkan oleh virus herpes. Mati rasa pada wajah ini disebabkan oleh kerusakan saraf di wajah.
Untuk mendiagnosis Bell’s palsy, dokter mungkin akan melakukan pencitraan neurologis, seperti elektromiografi atau MRI. Hal ini untuk mengetahui apakah saraf yang mengontrol wajah mengalami kerusakan. Kondisi ini biasanya bersifat sementara, tetapi juga bisa berlangsung dalam hitungan bulan, bahkan tahunan. (frs/ian)






