Malang (beritajatim.com) – Kepala Kantor Perwakilan Wilayah Bank Indonesia (KPwBI) Malang, Samsun Hadi membenarkan puluhan jurnalis alami gejala diduga keracunan saat acara Gathering Bank Indonesia di Banyuwangi. Mereka mengalami mual, muntah, dan diare, sampai dilarikan ke sejumlah rumah sakit di Banyuwangi.
Samsun mengatakan, tuan rumah dari acara gathering ini merupakan BI Surabaya. Ada sembilan jurnalis asal Malang yang ikut dalam acara itu, didampingi perwakilan KPwBI Malang.
“Informasi awal dari pegawai BI Malang yang ikut serta mendampingi wartawan dari Malang yang diundang pada acara dimaksud. Menurut yang bersangkutan kejadian terjadi pada dini hari di tempat menginap peserta yakni di Hotel Ketapang Indah, di mana beberapa peserta wartawan mengeluhkan sakit perut, diare, dan mual seperti keracunan,” kata Samsun, Senin, (12/12/2022).
Samsun menuturkan saat peristiwa terjadi, panitia langsung membawa para korban ke rumah sakit terdekat hotel. Proses ini pun langsung ditangani oleh pihak Kepolisian dan Dinas Kesehatan Banyuwangi untuk memberikan pertolongan pertama kepada korban yang belum dilarikan ke rumah sakit.
“Informasi jumlah wartawan yang sakit ada 30 orang namun sudah ditangani dengan baik dan cepat oleh tenaga kesehatan Banyuwangi. Dan ini sudah mulai kembali ke daerah masing-masing,” ujar Samsun.
[berita-terkait number=”5″ tag=”wartawan-bi-keracunan”]
Khusus wartawan BI Malang, terdapat satu wartawan yang terkena diare dari total sembilan orang. Jurnalis tersebut sudah dilarikan ke rumah sakit dan kondisi sudah membaik saat ini, sedangkan delapan lainnya dalam keadaan sehat.
“Saat ini rombongan perjalanan menuju Malang. Penjelasan resmi atas kejadian dimaksud akan disampaikan dalam kesempatan pertama yang saat ini dalam proses penyusunan. Demikian informasi atas kondisi yang ada. Mohon maklum atas kejadian yang tidak mengenakan ini,” tandas Samsun.
Sebelumnya, Direktur RSUD Blambangan dr. Widji Lestariono menyatakan peristiwa itu sebagai kejadian luar biasa atau KLB.
“Menurut kaidah epidemiologi, kejadian ini termasuk kategori KLB,” jelas dr. Rio sapaan akran Widji Lestariono, Senin (12/12/2022).
Di RSUD Blambangan, kata dr. Rio, terdapat 16 pasien yang mendapatkan perawatan. Mereka mengalami gejala mual, muntah dan diare. Setelah belasan jurnalis keracunan itu mendapatkan perawatan, mereka dinyatakan keracunan ringan.
“Sebagian besar sudah bisa pulang dan mendapatkan hanya rawat jalan,” katanya.
Sebelumnya, belasan jurnalis keracunan di Banyuwangi itu tiba sejak malam hingga pagi.
“Masuk mulai jam 02.15 WIB sampai jam 06.00 WIB tadi masuk, gejala muntah dan diare,” ungkapnya.
Namun, ada beberapa jurnalis lain yang juga mendapatkan perawatan di rumah sakit lainnya. Di antaranya rumah sakit Yasmin dan RSI Fatimah.
Sebelumnya, belasan jurnalis keracunan di Banyuwangi ini merupakan peserta literasi Bank Indonesia. Mereka melakukan kegiatan di Hotel Ketapang Indah, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi. Di tempat tersebut, mereka melakukan kegiatan dan menyantap makan malam.
Namun sebelumnya, mereka juga melakukan kunjungan ke Alas Purwo. Di lokasi, diduga para jurnalis juga menyantap makanan seefood dan aneka makanan lain.
“Gejalanya rata-rata muntah, dan buang air, diare lemas,” pungkas dr. Rio. [luc/beq]






