Banyuwangi (beritajatim.com) – Puluhan jurnalis keracunan saat menjadi peserta literasi Bank Indonesia yang melakukan kegiatan di Banyuwangi. Mereka harus mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit karena mengalami mual, muntah, diare, dan sesak nafas.
Diduga hal itu didapat pasca mereka menyantap makanan dari hidangan yang disajikan. Baik dari hotel maupun dari warung penyedia makanan saat di tempat wisata.
Karena, puluhan jurnalis keracunan itu tidak hanya melakukan kegiatan dan makan malam di hotel saja. Tapi, mereka juga mengunjungi sejumlah destinasi wisata di Banyuwangi.
Menurut keterangan salah seorang jurnalis menyebut, sejak pagi mereka mendapat sarapan di hotel. Kemudian makan siang di lokasi wisata dan makam malam di hotel lagi.
“Pagi itu saya makan kentang panggang, sayur buncis terus omlet saya kira normal-normal saja dan buah,” kata Bayu Andika salah satu korban dari puluhan jurnalis keracunan di Banyuwangi.
Dia menyebut, setelah siang para rombongan juga mendapatkan makam siang. Diduga saat makan ini berada di lokasi tempat wisata.
“Siang saya makan nasi, lauk kepiting rebus, ada cuminya, ada ikan panggang sama kerang hijau,” ungkapnya.
Berlanjut malam. Bayu Andika dan kawan-kawan mendapatkan jamuan makan malam di hotel.
“Ada bakso, buah, ayam betutu lalu sundukan udang sama cumi,” ungkapnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”keracunan-massal”]
Namun saat di hotel inilah para jurnalis ini merasakan kurang enak badan terutama keluhan di pencernaan. Mereka mual, muntah dan diare.
“Buang air mulai jam setengah 12 malam, hingga sampai tidak merasakan ke kamar kecil itu setelah mendapatkan suntikan di rumah sakit,”
“Tadi malam itu yang saya rasakan perut melilit itu paling sakit, sempat muntah banyak tapi perut melilit itu paling sakit,” ungkapnya.
Usai mendapatkan perawatan, mereka kemudian mendapatkan rawat jalan. Namun sebagian masih dirawat di ruang UGD RSUD Blambangan maupun RS Yasmin, Banyuwangi. [rin/but]






