Malang (beritajatim.com) – Aremania menolak kembali bergulirnya Liga 1 di saat Tragedi Kanjuruhan belum diusut tuntas. Aremania menuding bahwa Liga 1 sengaja digulirkan agar kembali muncul euforia di masyarakat.
Saat euforia itu kembali, maka duka kematian 135 orang dan 600 lebih terluka dalam Tragedi Kanjuruhan, pada Sabtu 1 Oktober 2022 lalu menjadi tertutupi. Sementara penanganan keadilan bagi korban akan menjadi bias.
“Itu salah satu cara pemerintah untuk menggembosi aksi ini. Agar kasus ini tertutupi. Agar euforia kembali meluap, duka ditutupi dengan euforia,” kata salah satu Aremania, Ambon Fanda, Jumat, (9/12/2022).
[berita-terkait number=”2″ tag=”tragedi-kanjuruhan”]
Aremania menyatakan sangat kecewa kepada PSSI, Polisi dan pemerintah karena memberikan izin kompetisi kembali digelar. Ambon bahkan menganggap sistem tata kelola sepak bola di tubuh PSSI bobrok. Aremania pun mengajak seluruh suporter tanah air untuk menggaungkan revolusi PSSI.
“Sangat kecewa kita. Makanya saya bilang PSSI bobrok. Harus ada revolusi di tubuh PSSI. Selama PSSI masih diisi orang itu-itu saja, yakni dengan orang lama, tak akan mengubah apapun. Biarkan masyarakat yang menilai,” tandas Ambon. [luc/suf]






