Bangkalan (beritajatim.com) – Penganiayaan kembali terjadi di wilayah hukum Kabupetan Bangkalan. Kali ini menimpa perempuan berinisial SS (43) warga Desa Dharma Camplong Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang. Dia menerima kekerasan saat berada di Desa Lantek Timur, Kecamatan Galis, Bangkalan.
Singkat cerita, penganiayaan ini bermula saat SS mendatangi rumah Ansori di Galis. Di rumah tersebut Ansori tinggal bersama ibu dan istri pertamanya sebelum menikahi SS. Setibanya di rumah tersebut, istri Ansori yakni SM (38) dan M (59) melihat SS tiba di rumahnya. Korban juga mengakui jika ia merupakan istri Ansori.
“Setelah mendengar pengakuan itu, SM marah dan terlibat cekcok hingga terjadi penganiayaan tersebut,” tutur Kapolsek Galis, Iptu Bagus Setioko Darmawan, Selasa (6/12/2022).
[berita-terkait number=”2″ tag=”penganiayaan”]
Melihat menantunya terlibat cekcok, ibu Ansori yakni M ikut membantu menantunya yang geram mengetahui Ansori menikah lagi tanpa sepengetahuan dirinya. Akibat kejadian tersebut, SS mengalami luka pada bagian kepala, wajah dan juga lengan sebelah kanan. “Untuk senjata yang digunakan yakni sebilah pisau dapur. Senjata itu dipakai pelaku untuk menganiaya korban,” tambahnya.
Kejadian itu berhasil dilerai oleh warga sekitar yang mendengar percekcokan. Warga juga membawa korban ke Puskesmas setempat untuk mendapatkan pertolongan. “Setelah itu, korban melaporkan kejadian penganiayaan tersebut, saat ini masih didalami dan sudah mengamankan dua orang pelaku,” pungkasnya. [sar/suf]






