Blitar (beritajatim.com) – Kebakaran hebat yang melanda Pasar Kesamben Blitar pada Minggu malam (27/11/2022) membawa dampak terhadap perekonomian sekitar. Uang yang berputar setiap harinya terpaksa berhenti akibat pasar tak bisa digunakan.
Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Blitar mencatat perputaran uang di Pasar Kesamben yang mencapai Rp1 miliar mandeg. Ini terjadi akibat para pedagang belum mampu kembali berjualan lantaran modal yang ludes.
“Kalau perputaran uang yang berhenti akibat kebakaran itu mencapai Rp1 miliar. Itu perhitungannya setiap pedagang sekitar Rp500 ribu,” kata Kadisperindag Kabupaten Blitar, Eka Purwanta, Selasa (29/11/2022).
Besarnya perputaran uang yang mandeg di Pasar Kesamben menjadi perhatian serius Disperindag. Untuk itu, Disperindag akan segera melakukan relokasi agar para pedagang bisa berjualan kembali.
“Tentunya itu jadi perhatian, soalnya jumlah peredaran uang yang berhenti itu mencapai Rp1 miliar,” imbuhnya.
Saat ini, Diperindag tengah melakukan rapat koordinasi terkait relokasi pedagang Pasar Kesamben. Rencananya, Dinas Perdagangan akan mendirikan kios sementara di sisi timur pasar.
Kios tersebut diperuntukkan bagi pedagang Pasar Kesamben yang terimbas kebakaran. Disperindag juga mengupayakan agar para pedagang bisa menggunakan kios sementara itu secara gratis.
“Kami masih terus diskusi soal pembuatan los atau kios sementara untuk pedagang Pasar Kesamben, rencananya yang paling memungkinkan adalah sebelah timur pasar,” jelasnya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”blitar”]
Sementara untuk anggaran pembangunan kios tersebut hingga kini masih dalam pembahasan. Disperindag juga masih melakukan konsultasi dengan konsultan pembangunan terkait wacana tersebut.
Tetapi sampai saat ini, rancangan kios sementara itu adalah berukuran 4 meter persegi. Meski terbilang sederhana namun diharapkan tempat tersebut dapat dijadikan lokasi jualan sementara untuk pedagang.
“Untuk anggaran masih kita bahas, kita juga masih melakukan konsultasi dengan konsultan pembangunan terkait kios sementara itu” ungkap Eka.
Pemerintah Kabupaten Blitar juga akan memberikan bantuan sosial kepada para pedagang Pasar Kesamben yang hingga kini belum bisa berjualan kembali. Bantuan tersebut akan diwujudkan dalam bentuk sembako untuk memenuhi kebutuhan pangan para pedagang. [owi/beq]






