Malang (beritajatim.com) – Memasuki masa tanam, sejumlah petani di Kabupaten Malang mulai melakukan penanaman cabai di bulan November 2022, di tengah musim penghujan saat ini.
Sentra petani cabai salah satunya berada di Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang. Petani ditempat itu pun mulai melakukan pengolahan tanah sebelum menanam. Hal itu guna menekan resiko ancaman penyakit layu fusarium bisa dihindari.
“Musim tanam cabai ini mulai bulan November 2022, diperkirakan hingga bulan Februari 2023 nanti,” ungkap Petani Champion asal Ngantang, Kabupaten Malang, Yugiantoro, Selasa (22/11/2022) siang.
Yugiantoro menjelaskan, ada 360 hektar lahan tanaman cabai di Desa Ngantru, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang yang mulai melakukan penanaman cabai. Juga total di wilayah Kecamatan Ngantang ada sekitar 600 hektar lahan tanaman cabai tersebut.
“Yang harus diantisipasi adalah Layu Fusarium. Terlebih sekarang musim penghujan. Pengendalian penyakit itu, harus dilakukan dengan cara kita olah tanah, ” tegasnya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”Malang”]
Yugiantoro memaparkan, penyakit layu fusarium itu terkandung di dalam tanah. Sehingga perlu dilakukan pembenahan tanah, mengaplikasikan jenis obat obatan untuk pembenahan tanah, khususnya menambah unsur hara, agar derajat keasaman atau PH tanah tinggi dan penyakit mereda
Selain penyakit layu fusarium, penyakit layu bakteri juga harus diantisipasi sebelum tanam, yaitu dengan menambah unsur hara dan memberikan kapur tanah untuk menetralisir PH.
“Kalau untuk tanaman cabai PH 4,5 kurang bagus, maka harus dinaikkan 6,5 sampai 7,” pungkasnya. [yog/beq]






