Magetan (beritajatim.com) – Seorang pria yang mendaki Gunung Lawu via Jalur Cemoro Sewu, Desa Ngancar Kecamatan Plaosan Kabupaten Magetan dilaporkan terjatuh ke jurang sedalam 5 meter pada Sabtu (26/11/2022). Adalah Dedi Nugroho (35) warga Kota Surabaya yang mendaki bersama 8 orang rombongannya.
Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Magetan Eka Wahyudi membenarkan kejadian tersebut. Pihaknya mendapatkan laporan dari Paguyuban Giri Lawu usai salah seorang rombongan melapor ke petugas mengabarkan jika Dedi terjatuh ke jurang.
“Regu kami dari tim reaksi cepat (TRC) BPBD Magetan Jawa Timur langsung menuju lokasi, kondisi korban terluka di bagian kepala namun tidak berat. Korban masih sadar dan masih bisa berjalan. Korban sebelumnya sudah dievakuasi oleh PGL serta Perhutani dan diberikan pertolongan pertama Kemudian, kami bawa ke Puskesmas Plaosan untuk perawatan medis,” kata Eka pada beritajatim.com, Sabtu (26/11/2022).
[berita-terkait number=”5″ tag=”Magetan”]
Kejadian berawal saat survivor bersama rombongan yang berasal dari Surabaya berjumlah 8 orang berangkat mendaki dari pos Pendakian Cemoro Sewu sekitar pukul 08.30 WIB dan berencana turun pada (27/11/2022). Saat beristirahat di sekitaran Pos Watu Jago, survivor duduk di batu yang belakangnya jurang dengan kedalaman kurang lebih 5 meter. Karena tidak fokus, bermaksud bersandar ke tasnya malah jatuh ke jurang.
“Pukul 14.20 WIB 1 personil PGL naik ke Pos 1 untuk membantu mengevakuasi korban. Pukul 14.51 WIB tim evakuasi dan korban turun menuju Pos Induk. Kemudian Pukul 15.10 WIB tim evakuasi dan korban sampai di Pos Induk selanjutnya korban dibawa ke Puskesmas Plaosan untuk mendapatkan penanganan kesehatan lebih lanjut,” lanjut Eka.
Pihaknya mengimbau pendaki agar tetap memperhatikan keselamatan dan keamanan saat mendaki gunung. Apalagi saat ini cuaca sedang tidak menentu. Jika cuaca dan kondisi jalur pendakian dinilai membahayakan sebaiknya menghentikan pendakian dan memilih lokasi istirahat yang aman.
“Karena rawan pohon tumbang atau rawan longsor sehingga kami minta pendaki agar waspada. Jika ada kondisi darurat agar segera menghubungi petugas yang ada di lokasi,” pungkas Eka. [fiq/beq]






