Surabaya (beritajatim.com) – Surabaya memang menjadi salah satu kota yang memiliki banyak sekali tempat bersejarah. Ketika melancong ke sana, kalian juga bisa melihat banyak bangunan – bangunan kuno yang masih berdiri dengan kokoh, bahkan masih berfungsi dengan baik.
Namun tidak sedikit pula bangunan yang telah lama tak digunakan, berakhir menjadi tempat terbengkalai yang menyimpan sejarah panjang di baliknya, tidak sedikit pula tempat – tempat ini meninggalkan kesan angker. Beberapa warga yang tinggal disekitarnya juga turut memberi kesaksian apabila melihat sesuatu atau sosok misterius.
Jika kalian hobi mengunjungi tempat – tempat menyeramkan, berikut ini adalah rekomendasi lokasi angker di Surabaya yang wajib kalian datangi!
1. Pintu Air Jagir
Pintu air yang berfungsi sebagai antisipasi banjir di Surabaya ini sudah ada sejak tahun 1917. Berlokasi di Jalan Jagir, Kelurahan Jagir, Kecamatan Wonokromo, pintu air ini di bangun oleh pemerintah Belanda, yang dulunya merupakan kawasan Desa Pacekan.
Konon katanya, ada penampakan sosok buaya putih yang terlihat di pintu air ini, dengan tujuan ingin meminta tumbal. Tidak hanya itu, beberapa orang yang lewat juga kerap mendengar suara – suara minta tolong, padahal tidak ada siapapun di sana. Meski begitu, Pintu Air Jagir masih berfungsi dengan baik hingga saat ini.
2. Hotel Majapahit
Dalam Pertempuran Surabaya, kalian pasti mengetahui jika ada peristiwa bersejerah di mana bendera Belanda dirobek di atap gedung sebuah hotel. Atap hotel yang dimaksud adalah di atas Hotel Majapahit. Akan tetapi kala itu namanya sempat berganti – ganti, dari Hotel Oranye, Hotel Yamato, Hotel Merdeka, hingga Hotel Majapahit.
Dengan nuansa yang khas akan tempo dulu, hotel yang didirikan tahun 1910 oleh warga negara Armenia ini masih digunakan hingga sekarang. Bangunannya juga masih tampak gagah, dengan beberapa perbaikan yang tidak merubah bentuk aslinya.
Kalian bisa mencoba menginap di dalamnya langsung untuk merasakan sensasi seramnya. Salah satu sudut horor dalam Hotel Majapahit adalah bromo room, karena konon katanya pada ruangan tersebut terlihat penampakan noni Belanda bergaun yang sedang membawa payung.
3. Rumah Hantu Darmo
Mengunjungi tempat angker di Surabaya tidak akan lengkap jika belum mendatangi Rumah Hantu Darmo. Rumah dengan tinggi tiga lantai tersebut berlokasi di Jalan Puncak Permai II nomor 26 Sukomanunggal. Rumah yang telah kosong selama berpuluh tahun ini memiliki banyak versi cerita seram dari masyarakat.
Disebutkan bahwa rumah mewah ini merupakan rumah hasil pesugihan. Keluarga pemilik rumah mendapat kekayaan dengan syarat memberikan tumbal serta sesajen. Namun pada suatu waktu keluarga tersebut tidak dapat lagi memberikan apa yang diminta, sehingga mereka memutuskan untuk melarikan diri melalui jalur laut, yang diyakini dapat menghentikan kutukan.
Naasnya, kapal yang mereka tumpangi tenggelam, dan dipercaya hal tersebut merupakan ulah dari para jin. Hingga kini kasusnya tidak pernah lagi terungkap dan kisah tentang Rumah Hantu Darmo telah menyebar di masyarakat luas.
4. Delta Plaza
Kota Pahlawan ini memang memiliki banyak sekali pusat perbelanjaan, salah satunya adalah Delta Plaza atau Plaza Surabaya. Namun tahukah kalian jika mall satu ini ternyata merupakan bekas rumah sakit pada zaman Belanda? Yap, rumah sakit yang bernama Rumah Sakit Simpang ini dahulunya menampung banyak sekali korban perang, tentunya dengan luka – luka yang mengerikan.
Akan tetapi, yang “berkeliaran” di area mall tersebut justru penampakan seorang suster yang meninggal dalam kecelakaan lift. Warga sekitar pun juga membenarkan jika sering melihat hantu suster gepeng di Delta Plaza.
5. Penjara Kalisosok
Menjadi salah satu penjara paling angker di Indonesia, Penjara Kalisosok dibangun pada 1 September 1808, kala itu merupakan masa kepemimpinan Herman Williem Daendels. Banyak pejuang yang telah melalui masa kelam dalam penjara ini, termasuk Soekarno dan WR. Soepratman.
Ini karena Penjara Kalisosok tidak hanya merupakan tempat untuk mengurung tahanan, namun juga menyiksanya. Dengan kapasitas ruangan yang hanya 20 orang, sebanyak 90 tahanan dipaksa menempati satu ruangan. Tentu saja tidak bisa dibayangkan bagaimana sesaknya ruangan tersebut, dan hingga kini pun masyarakat sekitar sering mendengar teriakan dari penjara ini.
Menariknya, Penjara Kalisosok juga termasuk Cagar Budaya tipe B yang harus dilindungi pemerintah.
6. Rumah Hantu Kupang
Sebuah rumah dengan konsep arsitektur kuno ini berada di Jalan Banyu Urip Wetan 1A nomor 107, Surabaya. Menjadi bangunan yang paling tinggi di antara bangunan lain di sekitarnya, rumah ini awalnya dibangun oleh J.A.J.A van Middelkoop pada 1809. Lalu di tahun 1945, dibeli oleh Teng Khoen Gwan (Gunawan Sasmita).
Namun, kerusuhan rasial pada 1948 membuat pemiliknya meninggalkan tempat tersebut. Lantaran tidak terawat, gedung ini pun meninggalkan suasana yang horon ketika melewatinya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”horor”]
7. Jembatan Merah
Selain Hotel Majapahit, Jembatan Merah Suabaya juga menjadi saksi bisu dari pertempuran yang terjadi pada 10 November 1945. Jembatan ini dibangun atas kesepakatan Pakubuwono II dari Mataram dengan VOC sejak 11 November 1743. Dalam perjanjian tersebut disebutkan bahwa beberapa daerah pantai utara diserahkan ke VOC, termasuk Surabaya.
Pertumpahan darah yang terjadi di atas jembatan tersebut menyimpan kesan angker hingga saat ini. Beberapa orang yang melewatinya kerap mencium aroma anyir darah, ditambah dengan jeritan misterius yang meminta tolong entah darimana asalnya. Di sekitar jembatan ini juga berdiri bangunan – bangunan tua lainnya.
Nah, mengetahui sejarah tempat – tempat angker di Surabaya di atas, apakah kalian yakin masih berani mengunjunginya? (mnd/ian)






