Jember (beritajatim.com) – Himmatul Khasanah, dosen Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Jember (Unej) Kampus Bondowoso, di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, mengolah kulit singkong dan tape afkir untuk pakan ternak.
Kulit singkong dan tape afkir itu perlu diolah terlebih dahulu agar aman untuk ternak. Menurut Himmatul, kulit singkong mengandung asam sianida yang dapat memabukkan dan berbahaya bagi ternak jika dikonsumsi dalam jumlah banyak.
Selain itu, lanjut Himmatul, perlu pengolahan lanjut untuk meningkatkan nutrisi yang ada dalam kulit singkong. “Caranya dengan menggunakan aplikasi teknologi fermentasi dengan statrter mikroorganisme yang membantu perombakan struktur bahan pakan dan nilai nutrisinya,” jelas Himma saat ditemui di kampus Bondowoso (22/11).
Bahan yang dibutuhkan adalah dua kilogram tape afkir, dedak, molases, dan air. “Semua bahan tadi kemudian dicampur rata dan dimasukkan ke dalam botol atau wadah tertutup untuk disimpan selama tujuh hari,” kata Himmatul, sebagaimana dilansir Humas Unej, Selasa (22/11/2022).
[berita-terkait number=”5″ tag=”Jember”]
“Kemudian siapkan limbah kulit singkong yang sudah dipotong kecil seukuran dua sentimeter bersama jerami padi secukupnya. Komposisinya adalah 30 persen kulit singkong dicampur 70 persen jerami. Campur semua bahan tadi dengan bahan fermentasi dari tape afkir dan simpan dalam tempat tertutup selama 21 hari,” kata Himmatul.
Dalan air rebusan tape ditemukan bakteri seperti Lactobacillus fermentum, Klebsiella pneumonia, Psedomonas sp, Proteus mirabilis, Bacillus subtilis, Klebsiella pneumoniae, Staphylococcus aureus, Lactobacillis sp, Pseudomonas aeruginosa.
“Mikroorganisme Lokal (MOL) ini yang kemudian dapat dimanfaatkan untuk berbagai tujuan, termasuk dapat meningkatkan kualitas bahan pakan melalui fermentasi.,” kata Himmatul. [wir/beq]






