Gresik (beritajatim.com) – Polisi Gresik memburu pelaku penganiayaan penjual nanas atas nama Eko Bayu Asmoro (21) di Pasar Gadung, Kecamatan Driyorejo, Gresik. Jajaran Satreskrim Polres Gresik, sudah mengantongi identitas para pelaku, dan diminta menyerahkan diri.
“Baru tiga pelaku yang kita amankan sementara. Sisanya masih dalam pengejaran. Keberadaannya masih kita dalami, tapi identitasnya sudah kita kantongi semuanya,” ujar Kasatreskrim Iptu Aldhino Prima Wirdan, Senin (21/11/2022).
Sampai saat ini, aparat kepolisian telah mengamankan tiga dari tujuh orang pelaku. Semuanya merupakan anggota perguruan silat yakni A, D dan MAK. Khusus MAK, pelaku menyerahkan diri ke polisi diantarkan kedua orang tuanya. Diharapkan pelaku lain yang masih buron juga bisa kooperatif.
[berita-terkait number=”4″ tag=”penganiayaan-gresik”]
Seperti diberitakan, Eko Bayu Asmoro (21) warga Sumberojo, Kecamatan Malo, Bojonegoro, meregang nyawa karena menjadi korban penganiayaan oleh oknum perguruan silat. Pria yang baru menikah satu tahun itu, tewas akibat mengalami pendarahan dibagian kepala.
Terkait dengan kasus ini, secara terpisah Kapolres Gresik AKBP M. Nur Azis mengungkapkan bahwa motif penganiayaan itu karena korban mengenakan kaos perguruan silat yang diikuti para pelaku. Sementara saat diinterogasi, ternyata korban bukan bagian perguruan silat tersebut.
“Peristiwa ini bukan pembunuhan, melainkan penganiayaan yang mengakibatkan meninggal dunia. Pelaku dari anggota perguruan silat,” pungkasnya. (dny/ted)






