Gresik (beritajatim.com) – Warga Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, curhat ke aparat penegak hukum terkait masih maraknya geng motor dan tawuran.
Aris (27) salah satu pemuda asal Desa Hendrosari, Kecamatan Menganti mengaku keberadaan geng motor sangat mengkhawatirkan. Sehingga warga di daerahnya sangat terusik.
“Saya berharap Polres Gresik rutin melakukan patroli di tempat-tempat rawan. Pasalnya, warga masih terganggu masih adanya geng motor,” ujarnya, Jumat (20/01/2023).
Sementara itu, Kepala Desa Gadingwatu, Kecamatan Menganti, Madi mengatakan, dirinya terusik banyaknya oknum Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang mencari kesalahan di desanya.
“Kami resah adanya oknum LSM yang mengaku bertugas tapi malah meresahkan,” katanya.
Menanggapi hal ini Wakapolres Gresik Kompol Kadek Oka Suparta apabila ada indikasi keberadaan geng motor silakan dilaporkan ke polisi terdekat.
“Silahkan melapor akan kami tindak tegas secara hukum. Jangan takut anggota yang bertugas siap melindungi masyarakat,” ungkapnya.
[berita-terkait number=”3″ tag=”geng-motor-gresik”]
Perwira menengah Polri itu menambahkan, mengenai adanya oknum LSM yang meresahkan. Sepanjang melakukan pekerjaan sesuai undang- undang maka tidak perlu kuatir dan tentunya perlunya keterbukaan dalam kegiatan desa.
“Sebenarnya LSM merupakan mitra, dan apabila memang meresahkan silahkan sampaikan ke polisi,” imbuhnya.
Kasat Narkoba AKP Tatak Sutrisno juga menghimbau masyarakat Kecamatan Menganti untuk sama-sama mencegah penyalahgunaan narkoba.
“Jangan coba-coba mendekati narkoba. Apabila sudah menggunakan narkoba maka kami tidak segan untuk proses secara hukum,” pungkasnya. (dny/ted)






