Magetan (beritajatim.com) – Sebatang pohon Sengon berlingkar 80 sentimeter tumbang menimpa rumah warga Banjarejo, Kecamatan Ngariboyo, Magetan, Jawa Timur, akibat hujan angin pada Sabtu (19/11/2022) pukul 00.30 WIB. Akibatnya, atap teras rumah milik Purwoko (37) rusak namun tak ada korban jiwa maupun luka.
Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Magetan Eka Wahyudi membenarkan kejadian itu. Menurut keterangan pemilik rumah, hujan deras mengguyur selama sekitar 12 jam disertai angin kencang membuat pohon sengon tersebut tumbang dan menimpa rumah.
“Hujan intensitas sedang hingga lebat disertai Angin yang berlangsung selama kurang lebih 12 jam di wilayah Kabupaten Magetan menyebabkan Pohon jenis Sengon dengan lingkar sekitar 80 cm tumbang dan menimpa atap rumah milik Bapak Kolik Purwoko warga Desa Banjarejo RT 11 RW 02, Kecamatan Ngariboyo, Kabupaten Magetan. Kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka. Tafsir kerugiaan hingga saat ini masih dalam pendataan,” kata Eka, Sabtu (19/11/2022)
Eka menyatakan, pihaknya sudah melakukan penanganan bersama warga sekitar untuk mengevakuasi pohon tumbang menggunakan chain saw selanjutnya dilakukan pembersihan pohon tumbang serta material atap rumah yang roboh dan penyerahan bantuan berupa terpal.
“Kami mengimbau kepada masyarakat Magetan untuk tetap berhati-hati dan waspada saat melintasi daerah rawan pohon tumbang maupun tanah longsor. Apabila terdapat kejadian serupa ataupun bencana lainnya dapat menghubungi nomor pelayanan BPBD Kabupaten Magetan,” katanya.
Diketahui, BMKG Juanda telah mengeluarkan press rilis terkait peringatan dini potensi hujan deras dan angin kencang. Berdasarkan analisis kondisi iklim wilayah Jatim saat ini berada pada musim hujan.
Kondisi dinamika atmosfer di wilayah Jawa Timur masih cukup signifikan berpotensi mengakibatkan peningkatan potensi cuaca ekstrem di beberapa wilayah dalam sepekan ke depan.
[berita-terkait number=”5″ tag=”Magetan”]
Hasil analisis dinamika atmosfer di wilayah Jawa Timur terkini menunjukkan adanya pola siklonik di Laut Jawa yang menyebabkan daerah konvergensi serta perlambatan kecepatan angin yang dapat meningkatkan aktivitas konvektif dan pertumbuhan awan hujan di Wilayah Jawa Timur.
Aktifnya fenomena MJO (Madden- Julian Oscillation), serta suhu muka laut di perairan Jawa Timur masih hangat dengan anomali antara +0.5 s/d +2.5 °C, sehingga suplal uap air akan semakin banyak di atmosfer.
Kondisi tersebut mempengaruhi pembentukan awan-awan Cumulonimbus yang semakin intens dan dapat mengakibatkan cuaca ekstrem seperti hujan lebat, angin kencang, puting beliung dan hujan es.
Beberapa wilayah yang patut diwaspadai memiliki potensi cuaca ekstrem yang dapat mengakibatkan bencana hidrometeorologi (genangan, banjir, banjir bandang, angin kencang, puting beliung, hujan es maupun tanah longsor untuk wilayah dataran tinggi) untuk periode tanggal 14-20 November 2022 yaitu di wilayah Gresik, Lamongan, Tuban, Bojonegoro, Kabupaten dan Kota Mojokerto, Sidoarjo, Surabaya, Jombang, Nganjuk, Kabupaten dan Kota Madiun, Magetan, Ngawi, Ponorogo, Kabupaten Kediri, Kabupaten dan Kota Blitar, Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, Batu, Kabupaten dan Kota Malang.
Kemudian Kabupaten dan Kota Pasuruan, Kabupaten Probolinggo, Lumajang, Jember, Banyuwangi, Bangkalan, Pamekasan, Sampang dan Sumenep. [fiq/beq]






