Surabaya (beritjatim.com) – Berdoa untuk keamanan negeri merupakan salah satu contoh bentuk cinta tanah air. Hal ini pernah dicontohkan oleh Nabi Ibrahim yang meminta agar negerinya aman sentosa.
Bahkan, doa Nabi Ibrahim tersebut diabadikan dalam Al-Qur’an Surat al-Baqarah ayat 126 :
رَبِّ اجْعَلْ هَٰذَا بَلَدًا آمِنًا وَارْزُقْ أَهْلَهُ مِنَ الثَّمَرَاتِ مَنْ آمَنَ مِنْهُمْ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ
Rabbij’al hâdzâ baladan âminan warzuq ahlahû minats tsamarâti man âmana minhum billâhi wal yaumil âkhir
Artinya: “Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini negeri yang aman sentosa, dan berikanlah rezeki dari buah-buahan kepada penduduknya yang beriman di antara mereka kepada Allah dan hari kemudian.” (QS. Al-Baqarah [2]: 126)
[berita-terkait number=”5″ tag=”doa”]
Dikutip dari laman NU Online, dalam sejarahnya, Nabi Ibrahim pernah beberapa kali pindah tempat tinggal. Mulai dari Babilonia pindah ke Suriah, pindah lagi ke Palestina. Lalu, Nabi Ibrahim As pindah ke Makkah.
Di sana, Nabi Ibrahim As merasakan kebahagiaan dan mendapatkan berbagai nikmat yang tidak didapatkan di tempat lainnya. Tidak heran, jika Nabi Ibrahim sangat mencintai Makkah.
Rasa cinta itu beliau buktikan dengan selalu berdoa untuk Makkah. Ia memohon agar negerinya menjadi negeri yang aman, penduduknya hidup makmur, dan dipenuhi oleh orang-orang yang beriman. Makanya, Makkah sering disebut dengan tanah/wilayah haram, yaitu wilayah yang dimuliakan Allah dan diharamkan segala macam bentuk kerusakan.
Hikmah kisah di atas, mendorong para umat Muslim untuk mencintai negeri kelahiran dengan sepenuh jiwa dan raga.
Rasa cinta tanah air itu harus dipupuk sejak dini agar setiap generasi merasa cinta terhadap tanah airnya sendiri. Berdoa untuk negeri itu juga sebagai bentuk cinta tanah air. Mari meluangkan waktu sejenak untuk mendoakan negeri tercinta. (nap)






