Surabaya (beritajatim.com) – Sebelumnya, Twitter Blue yang sempat diluncurkan terpaksa dihentikan lantaran kemunculan akun – akun palsu yang meniru sejumlah merek dan aktris ternama.
Twitter Blue adalah sebuah fitur Twitter yang membuat pengguna bisa mendapatkan simbol centang biru atau menjadi akun terverifikasi dengan membayar $8 atau Rp 125 ribu.
Elon Musk menyebutkan, jika cara baru ini diterapkan untuk membasmi akun bot dan spam. Akan tetapi, yang terjadi justru sebaliknya.
Sempat diluncurkan, fitur tersebut malah dimanfaatkan sejumlah orang untuk membuat akun tiruan berbagai merek dan aktris ternama. Salah satu yang terdampak adalah saham perusahaan Eli Lilly yang jeblok di bursa saham Amerika Serikat akibat akunnya ditiru oleh orang yang tidak dikenal.
Tidak hanya Eli Lilly, kejadian serupa juga pernah terjadi pada akun perusahaan pembuat pesawat dan senjata, Lockheed Martin.
[berita-terkait number=”5″ tag=”cara”]
Sebuah akun tiruan berkicau, “Kami akan memulai penghentian penjualan senjata kepada Arab Saudi, Israel dan Amerika Serikat sampai investigasi lebih lanjut terhadap kejahatan HAM negara – negara itu”.
Karena kejadian ini, membuat saham Lockheed turun 5,5 persen setelah kicauan tersebut. Twitter sendiri telah mematikan akun – akun tiruan tersebut dan menunda proses Blue Verified.
Selain itu, pemilik Tesla ini juga mengatakan jika peluncuran ulang Twitter Blue pada 29 November akan membuat tanda centang biru pengguna lama akan hilang dalam beberapa bulan mendatang.
“All unpaid legacy Blue check marks will be removed in a few months (Semua tanda centang Biru lama yang belum dibayar akan dihapus dalam beberapa bulan)”, tulis Musk saat menjawab pertanyaan seorang pengikutnya di Twitter.
Sebelumnya, Twitter sempat bergejolak lewat penerapan akun centang biru berbayar alias Twitter Blue. Untuk mengantisipasi akun – akun pemerintah dan pejabat yang enggan atau tak mungkin membayar, perusahaan akan menerapkan kebijakan tanda Official.
Meskipun sempat ditarik oleh Elon Musk, namun label centang abu – abu itu kembali dirilis bagi tokoh masyarakat, media mainstream dan beberapa perusahaan.
Selain itu, saat ini akun Twitter milik Presiden Joko Widodo bertuliskan “Pejabat Pemerintah Indonesia” yang tertulis di bio Twitternya. (frs/nap)






