Mojokerto (beritajatim.com) – Pengerjaan proyek rehabilitasi jalan dan jembatan di Kabupaten Mojokerto sudah rampung 80 persen. Proyek sepanjang 33 kilometer dari 26 paket proyek rehabilitasi jalan dan jembatan tersebut menelan anggaran ABPD senilai Rp109 miliar.
Kepala Dinas Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mojokerto, Rinaldi Rizal Sabirin mengatakan, saat ini pengerjaan proyek rehabilitasi jalan dan jembatan tersebut telah mencapai 80 persen dan mayoritas pengerjaan proyek jalan dan jembatan telah sesuai target.
“Progresnya, saat ini mencapai kisaran 70 persen hingga 80 persen bahkan sudah banyak juga yang 100 persen selesai. Mayoritas selesai pada akhir November dan awal bulan depan, karena memang ada satu sampai dua pekerjaan targetnya sampai pertengahan Desember,” ungkapnya, Rabu (16/11/2022).
[berita-terkait number=”3″ tag=”pemkab-mojokerto”]
Dari 27 proyek pengerjaan ada satu yang tidak terealisasi lantaran gagal lelang. Jika sudah dua kali tender, terangnya, pemenangnya ada tapi tidak lolos kualifikasi sehingga tender gagal. Yakni pembangunan Tembok Penahan Jalan (TPJ) di Desa Mojopilang- Desa Mojojar, Kecamatan Kemlagi.
Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pemeliharaan Jembatan dan Jalan, PUPR Kabupaten Mojokerto, Henri Surya menerangkan, jika tender pembangunan dinding penahanan jalan di Desa Mojopilang terkendala lantaran batal lelang sehingga akan direalisasikan di tahun depan.
“Setelah kita retender tidak ada penawar sehingga yang di Mojopilang akan direalisasikan tahun depan. Sehingga saat ini, ada 26 paket. Dari 26 paket tersebut, masih ada empat paket yang masih dalam tahap pengerjaan karena beberapa kendala itu volume-nya banyak dan faktor cuaca hujan,” katanya. [tin/suf]






