Surabaya (beritajatim.com) – Yogurt memang memiliki rasa yang menyegarkan dan dapat dijadikan camilan sehat untuk sehari – hari. Namun, taukah Anda jika terlalu rutin mengkonsumsi yogurt dapat menimbulkan efek buruk juga pada kesehatan. Kok bisa? Cari tau faktanya berikut ini.
1. Membuat Perut Kembung
Meskipun yogurt memiliki manfaat baik untuk menjaga kesehatan usus dan pencernaan. Namun bagi Anda yang tidak bisa mengkonsumsi kandungan laktosa, jangan coba – coba untuk mengkonsumsi yogurt ya. Sebab yoghurt biasa maupun yogurt Yunani dapat membuat perut Anda kembung dan penuh gas karena kekurangan enzim.
2. Menyebabkan Sakit Kepala
Yogurt tinggi akan prebiotik yang membentuk asam amina biogenetik hasil fermentasi protein. Apalagi beberapa jenis yogurt juga bisa membentuk histamin, dan tyramine yang dapat merangsang sistem saraf pusat. Hal ini dapat menyebabkan peningkatan atau penurunan aliran darah yang akan menimbulkan rasa sakit kepala.
3. Menyebabkan Obesitas
Yoghurt dapat membuat berat badan naik, kok bisa? Hal ini disebabkan karena beberapa merek yogurt yang mengandung kalori, lemak, dan gula dalam jumlah tinggi.
Oleh karena itu, Anda harus mengetahui merek dan porsi yoghurt yang dipilih, agar tidak menyebabkan kenaikan berat badan yang tidak diinginkan. Selain itu, sebaiknya Anda membaca label fakta nutrisi dan memilih jumlah gula terendah dengan jumlah protein tertinggi.
4. Kerusakan Gigi
Tidak hanya itu, konsumsi yogurt dan makanan fermentasi susu lainnya memiliki hubungan signifikan terhadap Periodontitis. Yakni penyakit inflamasi kronis yang menyebabkan kerusakan jaringan ikat dan tulang alveolar di sekitar gigi.
Selain itu, penambahan gula yang cukup banyak pada produk yogurt yang dijual di pasaran juga dapat menyumbang penyebab karies pada gigi.
5. Risiko Terkena Penyakit Jantung dan Diabetes
Tidak hanya menyebabkan karies pada gigi, yogurt juga berisiko menyebabkan penyakit jantung. Hal ini lantaran Anda terlalu banyak mengkonsumsi lemak jenuh dalam tubuh.
Seperti yang diketahui, jika susu memiliki lemak trigliserida yang mengandung konsentrasi asam lemak tinggi. Proses fermentasi pada yogurt hanya sedikit mempengaruhi komposisi lemak susu.
Tentu hal ini dapat membuat lemak jenuh meningkatkan kadar kolestrol jahat dalam darah, sehingga meningkatkan risiko penyakit jantung dan diabetes tipe 2. (frs/ian)






