Ngawi (beritajatim.com) – Kawasan Taman Ijo Ngawi yang terletak di pinggir Jalan Ir. Soekarno masuk Desa Grudo, Kecamatan/ Kabupaten Ngawi, Jawa Timur minim penerangan.
Diketahui, lokasi itu jadi tempat yang dimanfaatkan oleh pelaku pemerkosaan dan pencurian yakni ANS (25) penjual pentol keliling warga Desa Beran, Ngawi yang memperkosa ERB (24) mahasiswi asal Kabupaten Tuban yang berkuliah di Jombang.
Tak dipungkiri jika aksi ANS ternyata didukung dengan suasana sepi di Taman yang berada di sebelah selatan Terminal Kertonegoro itu.
Ditambah tak ada penerangan yang cukup. Hanya ada lampu sorot ke arah taman. Namun, di area taman tak ada lampu yang cukup terang.
Pantauan beritajatim.com pada Sabtu (5/11/2022) pukul 19.31 WIB, gerbang Taman Ijo terbuka lebar.
Siapa saja bisa masuk dengan leluasa. Namun, lokasi itu sepi tak ada orang sama sekali. Warung angkringan yang ada di dekat pintu masuk taman juga tutup dan tak ada aktivitas jual beli.
Sementara lampu hanya ada sekitar lima lampu yang menyala. Di dekat parkiran hanya ada lampu besar yang menyorot ke arah taman. Satu lampu di taman tidak menyala.
Bagian dalam taman ada beberapa gazebo namun hanya bagian tengah yang ada lampunya. Sementara, di bagian tengah taman agak gelap karena lampu tak sampai menjangkau area dalam taman.
[berita-terkait number=”4″ tag=”perkosaan-ngawi”]
Siapa saja yang berniat jahat di lokasi itu, pasti tak ada yang tahu. Ditambah di lokasi tak ada penjaga malam dan gerbang tetap dibuka meski tak ada aktivitas di dalam taman.
Sumardi warga setempat membenarkan jika lokasi Taman Ijo memang sepi saat malam hari. Kadang gerbang dibuka dan kadang tidak. Namun, saat malam sudah jarang sekali warung di dalam taman buka.
“Kalau malam memang sepi. Tidak ada yang jaga, yang biasa jualan di sana juga pulang ke rumah. Ada aktivitas saat pagi sampai sore hari saja,” katanya.

Soal lampu yang mati, dia tak tahu pasti kapan mulai terlihat gelap. Namun, sebelumnya tak ada tindak kejahatan yang terjadi di taman yang mulai dibangun sejak era Bupati Budi Sulistyono Kanang itu.
Terpisah, Kabid Tata Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Ngawi Joko Sutrisno membenarkan jika area Taman Ijo Ngawi memang agak gelap karena lampu ada yang mati. Ditambah di area itu tak ada penjaga malam. Pihaknya belum bisa melakukan pemeliharaan karena belum ada anggaran.
“Tidak ada penjaga malam. Memang ada lampu mati sudah lama. Kami mau lakuman pemeliharaan tapi untuk tahun 2023 belum ada anggaran,” kata Joko pada beritajatim.com, Sabtu (5/11/2022). (fiq/ted)






