Lamongan (beritajatim.com) – Apabila generasi terdahulu banyak yang sangat mengidamkan menjadi pekerja profesional dengan karier berjenjang, maka generasi saat ini lebih banyak mengidamkan menjadi seorang Youtuber.
Pasalnya, selain bisa membuat nama seseorang bisa melejit dan terkenal, Youtube juga menawarkan pendapatan yang sangat tinggi, yakni melalui konten video yang diunggah di kanal Youtube dan ditonton oleh jutaan orang.
Salah satu Youtuber asal Lamongan yang kini mampu meraih kesuksesannya adalah Arifullah Rafsanjani. Youtuber social experiment dengan nama Zan Films ini telah cukup dikenal dengan 3,3 juta subscriber.
“Awal mula saya merintis karir sebagai Youtuber itu saat saya merantau ke Kota Bandung, tepatnya saat saya menimba ilmu di salah satu perguruan tinggi negeri di sana,” ujar pemuda asal Desa Gempolpading, Kecamatan Pucuk, Lamongan ini, Sabtu (5/11/2022).
Kala itu, pemuda yang akrab disapa Zan ini menjelaskan, ia kerap menampilkan konten mulai dari cover gitar akustik, vlog, sketsa, hingga drama komedi. Namun, semua konten itu ternyata belum mampu menaikkan jumlah viewersnya.
“Saya mencoba Youtube di tahun 2015 sampai tahun 2018, juga terus belajar ikut seminar-seminar Youtuber. Kebetulan panutan saya Bayu Skak, jadi saya sering ikut seminar dia dan para Youtuber lainnya,” kata Zan yang berusia 25 tahun tersebut.
Seiring berjalannya waktu, Zan yang merupakan anak seorang petani ini terus belajar bagaimana mengelola kanal Youtube dengan baik. Ternyata, upayanya itu membuahkan hasil manis, konten eksperimen yang dikenal dengan ‘Gembel Sultan’ buatannya disukai banyak orang dan bisa mendongkrak jumlah subscribernya.
“Konten sosial eksperimen Zan Films ini adalah konten gembel sultan, maksudnya adalah gembel yang memakai mobil sport dengan berbagai macam merk, seperti Lamborghini, Ferrari, Porsche, dan lainnya,” terangnya.
Zan mengaku, keputusannya untuk menjadi Youtuber ini bukan tanpan alasan. Bagi Zan, Youtube adalah suatu hal yang sangat menjanjikan. Sehingga pada tahun 2018, perhatian dan keseriusannya ia curahkan sepenuhnya ke kanal Youtube hingga saat ini.
“Tujuan saya nge-youtube adalah untuk membantu ekonomi keluarga. Dan kebetulan hoby saya suka videografer dan suka bikin ide-ide unik, jadi dituangkan dalam karya video lalu diupload di media Youtube, Instagram dan lainnya,” jelasnya.
Lebih lanjut, Zan yang kental dengan konten Social Experiment-nya ini mengaku telah memiliki tim sebanyak 7 orang. Dengan tekad, semangat dan kerja kerasnya, akun Youtube Zan Films berhasil meraih kesuksesannya seperti sekarang ini.
“Bagi saya, kesuksesan itu tidak hanya milik orang-orang yang beruntung. Setiap orang memiliki kesempatan untuk sukses dan meraih mimpi. Jadi saya selalu mengajak kepada tim untuk terus berkreatifitas dalam menyuguhkan konten-konten bermanfaat bagi orang lain,” tuturnya.
Di balik kesuksesan yang ia raih, Zen menegaskan, hal itu bukanlah suatu hal yang instan dan terjadi begitu saja. Bahkan, ia menyebut, dulunya sempat mencari pendapatan sebagai tukang ojek atau driver online, hingga berjualan di market place dan mengalami kegagalan beberapa kali sampai bangkrut.
“Dulu saya memang anak dari petani yang belum punya apa-apa. Pernah menjadi driver online, pernah kehujanan, pernah kehabisan bensin di jalan. Lalu juga pernah bisnis baju di platfrom jual beli online hingga rugi puluhan juta. Sempat gagal bikin konten sampai 5 tahun,” akunya.
Zan bersyukur, kegagalan yang pernah ia alami itu menjadikan dirinya semakin kuat. Pada tahun kelima, dengan konten social eksperiment di Youtube yang terus ia kembangkan kini mampu menghasilkan pundi-pundi hingga miliaran rupiah. Ia juga telah melebarkan sayap di bidang creator lainnya.
Tak heran, dari penghasilan ratusan juta rupiah per bulan yang ia terima, Zan mampu membeli beberapa mobil mewah, membangun rumahnya, membeli tanah, dan sejumlah aset lainnya.
Selain menerima penghasilan dari kanal Youtube Zan Films, Zan juga menerima pendapatan dari beberapa platfrom media seperti Tiktok, Facebook, Intagram, dan lainnya. Bisa dibilang, Zan Films adalah channel social eksperimen nomor satu di Indonesia.
Tak cukup itu, Zan bahkan punya 2 (dua) lagu yang bergenre electric musik, yakni Terpesona yang diproduksi dari composer musik Hip hop senior Indonesia. Lalu yang kedua adalah Gelai, yakni lagu yang ditujukan ke cewek-cewek yang selingkuh dari suaminya.
Sebagai informasi, istilah Social Experiment sendiri jika diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia berarti percobaan atau eksperimen sosial. Jadi, Social Experiment atau percobaan sosial ini dilakukan dengan subyek antar manusia di dunia nyata.
Kegiatan eksperimen ini biasanya menyelidiki aktivitas manusia yang berkaitan dengan perasaan. Percobaan atau eksperimen sosial ini banyak dilakukan melalui kanal dunia maya atau digital dan medsos. Tak terkecuali seperti yang dilakukan oleh Zan.[riq/kun]






