Blitar (beritajatim.com) – Dari Data Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur per tanggal 4 November 2022, masih ada satu pasien anak gagal ginjal akut yang masih menjalani perawatan di rumah sakit. Pasien Anak tersebut Berasal dari Kabupaten Blitar yang kini masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Saiful Anwar Malang.
Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar, Christine Indrawati, menurutnya dari data yang diterima dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Balita berusia 2 tahun asal kecamatan Wonotirto Kabupaten Blitar menjadi satu-satunya anak yang saat ini masih menjalani perawatan gagal ginjal akut. Balita tersebut hingga kini masih dirawat di Rumah sakit Saiful Anwar Malang. “Iya itu data yang kami terima dari Pemprov ya, jadi masih satu yang di rawat dan itu dari kabupaten Blitar,” kata Christine Indrawati, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar, Sabtu (5/11/2022).
[berita-terkait number=”5″ tag=”gagal-ginjal-akut”]
Christine menambahkan bahwa kondisi terakhir dari Balita berusia 2 tahun tersebut masih menjalani perawatan di ruang ICU RS Saiful Anwar Malang. Dari Informasi yang diterima oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar, balita tersebut memang sejak kecil memiliki riwayat penyakit syaraf, sehingga mengharuskannya untuk mengkonsumsi obat secara rutin. “Iya mas itu yang Balita 2 tahun asal Wonotirto karena kan kondisinya berat juga, Terakhir info masih di Ruang ICU RS Saiful Anwar” Imbuhnya
Kini Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar terus berkomunikasi dan berkoordinasi dengan pihak Rumah Sakit Saiful Anwar Malang mengenai Kondisi sang balita. Selain itu pemerintah Kabupaten Blitar berencana akan memberikan dukungan moral untuk keluarga dan menjamin biaya pengobatan dari pasien telah menggunakan BPJS.
“Kalau kita saat ini masih terus kordinasi ya terutama dari puskesmas yang terus kontak dengan keluarganya”Ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar, Christine Indrawati.
Balita asal kecamatan Wonotirto itu menjadi 1 dari 4 Pasien anak gagal ginjal akut yang berasal dari Kabupaten Blitar. Dari 4 anak yang mengalami gagal ginjal akut tersebut 2 lainnya kondisinya sudah membaik serta diperbolehkan menjalani rawat jalan.
Sementara satu lainnya seorang balita berusia 3 Tahun asal Kecamatan Udanawu Kabupaten Blitar dinyatakan meninggal dunia. Pencegahan Gagal Ginjal Akut sebenarnya sudah dilakukan Pemerintah Kabupaten Blitar dengan berbagai upaya mulai sosialisasi tentang gagal ginjal akut hingga penarikan obat sirop atau obat cair dari apotek maupun rumah sakit.
“Ya memang anak itu punya riwayat penyakit syaraf mas jadi ya agak berat, tapi kita berdoa aja semoga anaknya cepat sembuh, kita juga udah meminta fasilitas kesehatan untuk menarik sementara obat-obatan cair”. Pungkasnya
Dari data Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, total ada 29 Kasus gagal ginjal akut menimpa anak di Jawa Timur. Dari data itu, 18 anak diantaranya meninggal dunia, serta 10 lainnya kini kondisinya telah membaik atau sembuh. Namun hingga tanggal 4 November 2022, masih ada 1 pasien anak yang menjalani perawatan di rumah sakit. (owi/kun)






