Blitar (beritajatim.com) – Wali Kota Blitar, Santoso menyerahkan bantuan alat usaha kepada puluhan penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) di Dinas Sosial Kota Blitar. Langkah ini sengaja dilakukan Pemerintah Kota Blitar agar para penerima manfaat bisa berwirausaha serta meningkatkan kualitas hidupnya.
Total ada 80 penerima manfaat yang mendapatkan bantuan alat usaha dari Dinsos Kota Blitar. Diharapkan dengan bantuan alat usaha tersebut, dapat mengerakkan kembali roda perekonomian warga paska dua tahun pandemi Corona.
“Paska pendemi Covid hampir kurang lebih dua tahun ini, kegiatan perekonomian masyarakat porak poranda, banyak yang gulung tikar, maka dari itulah Pemerintah Kota Blitar melalui Dinas Sosial selalu berupaya untuk menumbuhkan kembali perekonomian warga,” ujar Santoso, Rabu (2/11/2022)
Sebelum menerima bantuan alat usaha, para penerima manfaat tersebut juga telah mengikuti serangkaian pelatihan yang diadakan oleh Dinas Sosial Kota Blitar. Pelatihan tersebut meliputi pelatihan Digital marketing, kecantikan, membatik, serta pengolahan makanan.
Para peserta juga diberikan kebebasan untuk menentukan pilihan jenis usaha yang ingin dibukanya. Sementara pengawasan usaha juga terus dilakukan oleh Dinas Sosial Kota Blitar untuk memastikan bahwa usaha yang dijalankan para penerima manfaat dapat bisa memberikan dampak positif bagi kehidupannya.
“Tentunya Dinsos sendiri akan melakukan monitoring dan evaluasi karena kenapa pelatihan ini kita ambil pada peserta PKH, harapan kami dengan pelatihan ini peserta PKH yang betul betul minat dapat berwirausaha dan dapat meningkatkan taraf hidupnya,” kata Kepala Dinsos Kota Blitar, Sad Sasmintarti.
[berita-terkait number=”3″ tag=”Blitar”]
Santoso sendiri juga berpesan kepada para peserta penerima bantuan alat usaha untuk bersungguh-sungguh menjalankan usahanya. Sehingga mereka bisa hidup mandiri dan dapat meningkatkan kesejahteraan hidupnya.
“Saya yakin jika para peserta latihan ini menjalankan usaha dengan sungguh maka akan bisa meningkatkan kesejahteraan hidupnya sendiri, atau bisa mengajak tetangga untuk berwirausaha,” imbuh Santoso.
Dia juga berpesan agar bantuan alat usaha yang diterima oleh para peserta tidak dijual, tapi benar-benar digunakan untuk berwirausaha. Sehingga ketika usahanya sudah berkembang maka para peserta dapat memberikan pelatihan kepada tetangga sekitar.
Bantuan alat dan pelatihan yang diberikan oleh Dinas Sosial ini menggunakan dana Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) Tahun 2022. Meski demikian, Dinsos Kota Blitar enggan untuk menyebutkan berapa besarnya. [owi/beq]






