Magetan (beritajatim.com) – Sebuah sabuk outdoor ditemukan di pos IV Pendem di Jalur pendakian gunung Lawu via Jogorogo Ngawi. Sabuk tersebut ditemukan oleh search and rescue unit (SRU) VI sejumlah enam orang yang berangkat dari Jogorogo Ngawi pada Jumat (25/10/2022)
Eko Aprianto Komandan Tim Operasi Search and Rescue (SAR) pencarian pendaki yang hilang di Gunung Lawu Magetan membenarkan jika SRU VI sempat menemukan sebuah sabuk outdoor. Sabuk itu berbahan kain dan bukan sabuk kulit.
“Sabuk itu ditemukan saat SRU dari Jogorogo menyisir Pos IV Pendem yakni via Jogorogo. Sabuk itu lantas dibawa dan disampaikan ke basecamp SAR di cemoro Sewu saat mereka turun pada Sabtu (25/10/2022),” kata Eko pada beritajatim.com, Minggu (30/10/2022).
Pihaknya oun memotret sabuk tersebu dan mengirimkan fotonya ke pihak keluarga Ali Rahmatullah (48), pendaki ritual yang diduga hilang di Gunung Lawu. Namun, pihak keluarga mengatakan jika Ali tak pernah memiliki sabuk seperti yang ditemukan tim.
[berita-terkait number=”5″ tag=”pendaki-hilang”]
“Selain itu tim tidak menemukan barang-barang lain yang diduga mengarah ke survivor atas nama Ali ini ya. SRU yang lain yang sudah mencuri di jalur via Cetho, Tambak Ngargoyoso, Cemoro Kandang, dan Cemoro Sewu sendiri tak menemukan apa-apa,” kata Eko.
Namun, pada pencarian di hari Minggu (30/10/2022) ini seluruh SRU sudah turun. Pencarian dilanjutkan oleh tim relawan basecamp Cemoro Sewu. Setidaknya ada lima orang yabg naik pada pagi tadi pukul 09.00 WIB.
“Sampai pukul 14.00 WIB kami belum dapat kabar karena masih terkendala sinyal ya. Kemungkinan besok tim yang hari ini berangkat bakal turun ke Cemoro Sewu,” lanjut Eko.
Diketahui, Seorang pendaki Gunung Lawu dilaporkan hilang sejak 18 Oktober 2022. Adalah Ali Rahmatullah (48) warga Dusun Rejowinangun, Desa Minggiran Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri. Pria itu adalah pendaki ritual yang naik via Jalur Pendakian Cemoro Sewu pads 15 Oktober 2022 pukul 17.10 WIB. Tak ada rombongan, dia naik sendirian untuk melakukan ritual di Puncak Gunung Lawu.
Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Magetan Eka Wahyudi membenarkan terkait adanya laporan pendaki yang hilang. Dari kronologi yang disampaikan, Ali terpantau melakukan registrasi pada Sabtu, 15 Oktober 2022 pukul 17.10 WIB. Karena kondisi cuaca yang ekstrim pada 18 Oktober 2022, dua orang Satgasus Lawu yakni Feri dan Dedy, mengadakan penyisiran semua pendaki diturunkan untuk antisipasi cuaca ekstrim.
Penyisiran pendaki dilanjutkan pada hari berikutnya.
Pada tgl 22 Oktober 2022 ada pihak keluarga dari saudara Ali Rahmatullah melaporkan ke posko tiket Cemoro Sewu bahwa saudaranya atas nama Ali Rahmatullah mendaki mulai 15 Oktober 2022 sampai 22 Oktober 2022 belum pulang.
Berdasarkan laporan tersebut 2 Anggota satgas bersama paguyuban kantin Lawu melakukan pencarian di puncak lawu dengan hasil nihil. Pada 24 Oktober 2022 meluncurkan lagi tim TRC PGL, Satgas Perhutani, Petugas perhutani untuk melakukan pencarian lagi dengan hasil sampai 25 Oktober nihil. Sampai akhirnya Pos SAR dibuka untuk melakukan pencarian pada 26 Oktober 2022.
Petugas sudah menyisir seluas 272,60 Hektar lahan di area Puncak Gunung Lawu yang sudah disisir petugas operasi search and rescue (SAR) sepanjang tanggal 26 Oktober 2022 hingga 29 Oktober 2022 namun belum ada temuan signifikan. (fiq/kun)






